Menparekraf Pastikan Pengembangan DSP Labuan Bajo Sesuai Prinsip Wisata Berkelanjutan
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 09 Agustus 2021 - 22:40 WIB
Labuan Bajo. (foto: antara)
Pemerintah terus berupaya untuk menyelesaikan Destinasi Super Prioritas (DSP) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Pengembangan Labuan Bajo sebagai DSP merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, memastikan bahwa pengembangan DSP Labuan Bajo telah mengedepankan aspek keberlanjutan, dari segi lingkungan maupun penciptaan lapangan kerja.
"Dalam penerapannya, pariwisata berkelanjutan memiliki prinsip untuk memberdayakan masyarakat melalui kebudayaan dan kearifan lokal yang ada, melestarikan alam sekaligus mensejahterakan masyarakat," kata Sandiaga Jumat pekan lalu.
Sandiaga menjelaskan bahwasanya dalam pengembangan tersebut tidak semata-mata memperhitungkan dampak ekonomi saja, tapi juga dampak yang akan terjadi terhadap lingkungan dan sosial budaya masyarakatnya.
Untuk itu, pengembangan pariwisata di Labuan Bajo harus memperhatikan hal-hal lainnya seperti aspek lingkungan, budaya, dan kearifan lokal.
Lebih lanjut, Menparekraf akan terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga serta pihak-pihak terkait untuk memastikan semua penataan sarana dan prasarana di zona pemanfaatan Taman Nasional Komodo tidak menimbulkan atau mengakibatkan dampak negatif terhadap Outstanding Universal Value (OUV).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, memastikan bahwa pengembangan DSP Labuan Bajo telah mengedepankan aspek keberlanjutan, dari segi lingkungan maupun penciptaan lapangan kerja.
"Dalam penerapannya, pariwisata berkelanjutan memiliki prinsip untuk memberdayakan masyarakat melalui kebudayaan dan kearifan lokal yang ada, melestarikan alam sekaligus mensejahterakan masyarakat," kata Sandiaga Jumat pekan lalu.
Sandiaga menjelaskan bahwasanya dalam pengembangan tersebut tidak semata-mata memperhitungkan dampak ekonomi saja, tapi juga dampak yang akan terjadi terhadap lingkungan dan sosial budaya masyarakatnya.
Untuk itu, pengembangan pariwisata di Labuan Bajo harus memperhatikan hal-hal lainnya seperti aspek lingkungan, budaya, dan kearifan lokal.
Lebih lanjut, Menparekraf akan terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga serta pihak-pihak terkait untuk memastikan semua penataan sarana dan prasarana di zona pemanfaatan Taman Nasional Komodo tidak menimbulkan atau mengakibatkan dampak negatif terhadap Outstanding Universal Value (OUV).
(sof)