home edukasi & pesantren

Akun Medsos Garis Lucu dan Tradisi Humor dalam Khazanah Islam

Rabu, 03 Agustus 2022 - 21:00 WIB
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tertawa bersama adiknya KH Shalahuddin Wahid (Gus Solah) (foto: istimewa)
Akun-akun media sosial dengan konten keagamaan umumnya menyampaikan pembahasan yang serius. Namun belakangan muncul akun medsos keagamaan garis lucu yang menyampaikan pesan agama dengan jenaka. Misalnya di twitter muncul akun @NUgarislucu hingga @MuhammadiyinGL.

Dosen Pascasarjana Sejarah Peradaban Islam Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Dr Ahmad Ginanjar Sya'ban menyampaikan humor merupakan buah yang dihasilkan dari kejeniusan berpikir.

"Jika dalam tradisi keilmuan Islam kita kenal beberapa tokoh humor seperti Abu Nawas, Nasruddin Hoja dari tradisi Turki Utsmani, serta Juha," kata Ginanjar dalam diskusi virtual Rabu (3/8/2022).

Di Indonesia, lanjut Ginanjar, dalam tradisi Sunda terdapat satu tokoh yakni Kabayan, sedangkan di Nahdlatul Ulama (NU) terdapat beberapa tokoh seperti Gus Dur dan Asmuni.

Ginanjar menjelaskan, humor mempunyai fungsi bagaimana menjadi penyeimbang, dari dua dua belah pihak yang sedang berseteru merebutkan klaim kebenaran.

"Nah, di sini saya berpikir humor dijadikan untuk menetralisir keadaan tersebut. Kemudian, dalam tradisi Islam humor juga memiliki fungsi untuk menetralisir suhu politik," kata Ginanjar.

Menurutnya, humor bahkan dapat digunakan sebagai sarana kritik bagi para penguasa. Hal tersebutlah yang kerap dilakukan Abu Nawas yang jika orang biasa lakukan pasti akan marah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
humor gus dur garis lucu
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya