LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Kementerian Hak Asasi Manusia(Kementerian HAM) mengecam aksi main hakim sendiri yang berujung pada tewasnya seorang pria yang diduga
mencuri ayam di Kabupaten Tabanan, Bali. Peristiwa tersebut dinilai tidak hanya menghilangkan hak hidup seseorang, tetapi juga meninggalkan
trauma mendalam bagi anak korban.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Kementerian HAM menyoroti dampak psikologis yang harus ditanggung sang anak akibat menyaksikan ayahnya meninggal dunia di depan matanya.
Baca juga: Soroti Croissant Viral, IHW: Penolakan Sertifikat Halal Tidak Otomatis Berarti Produk Haram"Setiap anak berhak atas rasa aman dan kasih sayang. Namun, peristiwa memilukan di Kabupaten Tabanan, Bali, justru menorehkan trauma mendalam bagi seorang anak yang harus menyaksikan sang ayah kehilangan nyawa di depan matanya," tulis Kementerian HAM dalam unggahan tersebut pada Senin (27/7/2026).
Kementerian HAM menegaskan bahwa tindakan kriminal tetap harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun, hal itu tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan aksi kekerasan atau main hakim sendiri yang menghilangkan nyawa seseorang.
"Tindakan kriminal memang harus diproses hukum, tetapi tidak pernah ada pembenaran untuk merampas hak hidup seseorang secara sewenang-wenang," lanjut pernyataan tersebut.
Karena itu, Kementerian HAM mendorong aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan, profesional, dan berkeadilan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan serta memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.
Selain penegakan hukum, Kementerian HAM juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak agar dapat tumbuh dan berkembang tanpa dibayangi pengalaman traumatis akibat kekerasan.
Baca juga: Viral Video Ustaz Abdul Somad Diadang Warga Saat Tiba di Kutai Barat"Kami mendorong aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan adil. Mari hentikan kekerasan serta ciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak Indonesia," tulis Kementerian HAM.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah viral informasi mengenai seorang pria yang diduga mencuri ayam di Tabanan, Bali, meninggal dunia setelah menjadi korban amukan massa. Hingga kini, proses penanganan perkara masih berlangsung di bawah kewenangan aparat penegak hukum.
(est)