LANGIT7.ID-Jakarta; BP Tapera mengapresiasi peluncuran Program BSN Siap KPR sebagai inovasi yang memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya pekerja sektor informal yang selama ini memiliki kemampuan membayar cicilan rumah namun belum memiliki rekam jejak keuangan yang memadai untuk memenuhi persyaratan perbankan.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan program tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan sekaligus meningkatkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
“Kami menyambut baik inisiatif Program BSN Siap KPR. Semakin banyak masyarakat yang mendapatkan edukasi mengenai kepemilikan rumah, maka semakin besar pula peluang mereka memperoleh akses pembiayaan melalui KPR FLPP,” ujar Heru saat menghadiri peluncuran Program BSN Siap KPR di Jakarta, dikutip Senin (27/7/2026).
Menurut Heru, keberhasilan penyediaan rumah bagi MBR tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi erat antara BP Tapera, perbankan, pengembang, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor perumahan.
Ia mengapresiasi kinerja Bank Syariah Nasional (BSN) yang hingga saat ini menjadi bank penyalur KPR FLPP terbesar kedua di Indonesia. Di tengah berbagai tantangan seperti perlambatan daya beli masyarakat, persoalan perizinan, hingga kendala di sisi pasokan perumahan, BSN dinilai tetap menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program rumah subsidi pemerintah.
Heru optimistis target penyaluran 350 ribu unit rumah subsidi pada 2026 dapat dicapai melalui sinergi seluruh ekosistem perumahan.
“Berbagai persoalan terus diupayakan penyelesaiannya oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari penyelesaian isu SLIK bagi calon debitur MBR hingga percepatan penyelesaian berbagai persoalan perizinan yang dihadapi pengembang,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Heru juga mengajak seluruh bank penyalur dan pengembang untuk terus memperkuat kolaborasi agar penyaluran FLPP semakin optimal dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni.
Ia juga menyampaikan bahwa BP Tapera bersama Kementerian PKP tengah mempersiapkan Akad Massal KPR FLPP yang akan digelar pada 30 Juli 2026 dengan melibatkan sekitar 62 ribu debitur di hampir 100 titik yang tersebar di 36 provinsi dan 272 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
“Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat pemahaman masyarakat bahwa pemerintah hadir memberikan solusi nyata untuk mengurangi backlog kepemilikan rumah melalui pembiayaan KPR Sejahtera FLPP,” ujarnya.
Hingga saat ini, realisasi penyaluran FLPP melalui Bank Syariah Nasional telah mencapai 26.796 unit dengan nilai pembiayaan sekitar Rp3,26 triliun, menjadikan BSN sebagai salah satu mitra strategis BP Tapera dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah.
Selain itu, BP Tapera juga terus mendorong implementasi pembiayaan rumah susun subsidi dengan tenor hingga 40 tahun, sehingga semakin banyak MBR, khususnya masyarakat dengan penghasilan di bawah Rp4 juta per bulan, dapat mengakses pembiayaan rumah, baik rumah tapak maupun rumah susun.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati menegaskan bahwa rumah subsidi tetap menjadi program prioritas pemerintah dalam mengurangi backlog perumahan. Berdasarkan data BPS, masih terdapat jutaan masyarakat yang belum memiliki rumah maupun tinggal di rumah yang tidak layak huni sehingga kolaborasi seluruh ekosistem menjadi sangat penting untuk memperluas akses pembiayaan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Syariah Nasional Alex Sofjan Nur menjelaskan bahwa Program BSN Siap KPR dirancang untuk membantu calon debitur, terutama pekerja sektor informal, membangun rekam jejak transaksi keuangan melalui pendampingan dan edukasi sebelum mengajukan KPR.
Menurutnya, banyak masyarakat sebenarnya memiliki kemampuan membayar cicilan rumah, namun belum dapat membuktikannya kepada perbankan karena tidak memiliki histori transaksi yang terdokumentasi. Melalui pendampingan selama tiga hingga enam bulan, BSN akan membantu calon debitur membangun rekam jejak keuangan sehingga peluang memperoleh KPR subsidi menjadi lebih besar.
Peluncuran Program BSN Siap KPR diharapkan menjadi inovasi yang memperkuat kolaborasi antara BP Tapera, Kementerian PKP, Bank Syariah Nasional, dan para pengembang dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta mempercepat pencapaian target penyaluran rumah subsidi nasional tahun 2026.
(lam)