Likuiditas Memadai, BCA Syariah Siap Ekspansi Bisnis
Mahmuda attar hussein
Kamis, 04 Agustus 2022 - 13:10 WIB
Laporan kinerja keuangan BCA Syariah. (Foto: Langit7).
BCA Syariah memiliki kecukupan modal hingga di level 38,9 persen dan likuiditas memadai. Tercatat pada tingkat Financing to Deposit Ratio (FDR) 88,7 persen.
Angka tersebut membuat BCA Syariah siap untuk melakukan ekspansi bisnis. Hal itu dikatakan Direktur BCA Syariah, Pranata dalam Media Updates, Kinerja Keuangan Semester I - 2022: Sustainable Growth in Recovery Momentum, Kamis (4/8/2022).
"BCA Syariah masih dapat melakukan ekspansi bisnis didukung dengan rasio kecukupan modal dan likuiditas yang memadai tersebut," ujarnya.
Baca Juga: Laporan Keuangan BCA Syariah Semester I - 2022 Tumbuh Cukup Baik
Selain itu, pihaknya juga mengaku akan terus bersinergi dengan BCA untuk mendukung berbagai inisiatif dan inovasi digital. Tujuannya agar dapat memberikan pelayanan transaksi secara cepat, mudah, dan aman sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pertumbuhan BCA Syariah
Kemampuan perbankan untuk menghimpun dana dapat dilihat pada pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 16,3 persen menjadi Rp7,9 triliun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp6,8 triliun.
Angka tersebut membuat BCA Syariah siap untuk melakukan ekspansi bisnis. Hal itu dikatakan Direktur BCA Syariah, Pranata dalam Media Updates, Kinerja Keuangan Semester I - 2022: Sustainable Growth in Recovery Momentum, Kamis (4/8/2022).
"BCA Syariah masih dapat melakukan ekspansi bisnis didukung dengan rasio kecukupan modal dan likuiditas yang memadai tersebut," ujarnya.
Baca Juga: Laporan Keuangan BCA Syariah Semester I - 2022 Tumbuh Cukup Baik
Selain itu, pihaknya juga mengaku akan terus bersinergi dengan BCA untuk mendukung berbagai inisiatif dan inovasi digital. Tujuannya agar dapat memberikan pelayanan transaksi secara cepat, mudah, dan aman sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pertumbuhan BCA Syariah
Kemampuan perbankan untuk menghimpun dana dapat dilihat pada pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 16,3 persen menjadi Rp7,9 triliun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp6,8 triliun.