LANGIT7.ID, Jakarta -
BCA Syariah memiliki kecukupan modal hingga di level 38,9 persen dan likuiditas memadai. Tercatat pada tingkat Financing to Deposit Ratio (FDR) 88,7 persen.
Angka tersebut membuat BCA Syariah siap untuk melakukan ekspansi bisnis. Hal itu dikatakan
Direktur BCA Syariah, Pranata dalam Media Updates, Kinerja
Keuangan Semester I - 2022: Sustainable Growth in Recovery Momentum, Kamis (4/8/2022).
"BCA Syariah masih dapat melakukan ekspansi bisnis didukung dengan rasio kecukupan modal dan likuiditas yang memadai tersebut," ujarnya.
Baca Juga: Laporan Keuangan BCA Syariah Semester I - 2022 Tumbuh Cukup BaikSelain itu, pihaknya juga mengaku akan terus bersinergi dengan BCA untuk mendukung berbagai inisiatif dan inovasi digital. Tujuannya agar dapat memberikan pelayanan transaksi secara cepat, mudah, dan aman sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pertumbuhan BCA SyariahKemampuan perbankan untuk menghimpun dana dapat dilihat pada pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 16,3 persen menjadi Rp7,9 triliun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp6,8 triliun.
Pertumbuhan DPK ditopang oleh perolehan dana pada produk tabungan yang tumbuh 32,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara Giro tumbuh 16,0 persen.
Pertumbuhan tabungan mendorong meningkatnya perolehan CASA sehingga mencapai 38,4 persen dari total DPK. Pertumbuhan CASA BCA Syariah turut diikuti dengan peningkatan aktivitas perbankan transaksi.
Per semester I-2022, volume transaksi digital BCA Syariah terbanyak adalah melalui mobile banking dengan jumlah pengguna yang tumbuh signifikan sebesar 46 persen secara tahunan dan frekuensi transaksi mencapai 2,6 juta transaksi. Frekuensi transaksi ini mencapai 56 persen dari total transaksi nasabah yang dilakukan melalui BCA Syariah.
(bal)