Tahun Baru Hijriah, UBN: Hijrahlah dari Rasa Malas Atas Nama WFH
Muhajirin
Selasa, 10 Agustus 2021 - 14:45 WIB
Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir dalam peringatan tahun baru hijriah sekaligus momen kemerdekaan RI (foto: langit7/muhajir)
Pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir (UBN), mengingatkan, pandemi Covid-19 merupakan rahmat dari Allah SWT. Namun, itu tidak berlaku bagi orang malas dengan alasan Work From Home (WFH).
UBN menegaskan, pandemi Covid-19 adalah masa seleksi. Orang beriman akan mendapat rahmat. Sementara orang yang kufur akan mendapat kehinaan dan laknat.
"Saya bersedih terhadap meninggalnya ulama, sedih banyak nakes meninggal dunia, tapi yang lebih saya sedihkan adalah para pemalas atas nama Work From Home, yang tidak bertanggung jawab terhadap amanahnya dan tidak membuktikan kapasitasnya," kata UBN dalam Milad AQL ke-13 di Ponpes AQC, Bogor, Jawa Barat, Kamis malam (9/8/2021).
Mubaligh lulusan Universitas Madinah itu mengatakan, pandemi memang rahmat bagi orang beriman. Namun pada saat yang sama pandemi menjadi penghinaan dan laknat kepada orang yang kufur terhadap nikmat rahmat.
Pandemi adalah bagian doa para Nabi. Nabi pernah mengatakan, jika suatu hari umat Islam ditakdirkan punah sebelum kiamat, ia berharap kepunahan itu karena pandemi, sehingga semua mati syahid dan masuk surga.
Sebagaimana tertuang dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: "Orang syahid itu ada lima: orang terkena wabah penyakit, orang mati karena sakit di dalam perutnya, orang tenggelam, orang tertimpa reruntuhan bangunan, dan orang syahid di jalan Allah (mati dalam perang di jalan Allah" (HR Al-Bukhari).
"Maka yang selamat, masih sehat, malu karena tidak terpilih syahid. Hati-hati jangan lalai, jangan-jangan kita yang termasuk dilecehkan, dihinakan, dilaknat oleh Allah SWT akibat kemalasan, akibat ketidaksungguhan dalam bangkit membantu rakyat, membantu yang kelaparan," ucap UBN.
UBN menegaskan, pandemi Covid-19 adalah masa seleksi. Orang beriman akan mendapat rahmat. Sementara orang yang kufur akan mendapat kehinaan dan laknat.
"Saya bersedih terhadap meninggalnya ulama, sedih banyak nakes meninggal dunia, tapi yang lebih saya sedihkan adalah para pemalas atas nama Work From Home, yang tidak bertanggung jawab terhadap amanahnya dan tidak membuktikan kapasitasnya," kata UBN dalam Milad AQL ke-13 di Ponpes AQC, Bogor, Jawa Barat, Kamis malam (9/8/2021).
Mubaligh lulusan Universitas Madinah itu mengatakan, pandemi memang rahmat bagi orang beriman. Namun pada saat yang sama pandemi menjadi penghinaan dan laknat kepada orang yang kufur terhadap nikmat rahmat.
Pandemi adalah bagian doa para Nabi. Nabi pernah mengatakan, jika suatu hari umat Islam ditakdirkan punah sebelum kiamat, ia berharap kepunahan itu karena pandemi, sehingga semua mati syahid dan masuk surga.
Sebagaimana tertuang dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: "Orang syahid itu ada lima: orang terkena wabah penyakit, orang mati karena sakit di dalam perutnya, orang tenggelam, orang tertimpa reruntuhan bangunan, dan orang syahid di jalan Allah (mati dalam perang di jalan Allah" (HR Al-Bukhari).
"Maka yang selamat, masih sehat, malu karena tidak terpilih syahid. Hati-hati jangan lalai, jangan-jangan kita yang termasuk dilecehkan, dihinakan, dilaknat oleh Allah SWT akibat kemalasan, akibat ketidaksungguhan dalam bangkit membantu rakyat, membantu yang kelaparan," ucap UBN.