Kisah Muzammil Hasballah Perdalam Ilmu Qur’an di Tengah Kesibukan Kuliah di ITB
Muhajirin
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 13:24 WIB
Muzammil Hasballah (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
Nama Muzammil tak asing lagi bagi generasi milenial. Pria lulusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) itu terkenal dengan bacaan Qur’annya yang merdu. Dia pertama kali dikenal publik dari video saat mengimami shalat berjamaah sebagai imam Masjid Al-Lathiif Bandung dan Masjid Salman ITB.
Muzammil Hasballah merupakan seorang Qari yang berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Pria yang akrab disapa Muzammil ini lahir di Sigli, NAD pada 21 September 1993.
Kedekatan Muzammil dengan Al-Qur’an tidak begitu saja muncul. Namun sudah dibina dengan menghafalkan Al-Qur’an sejak dini.
Baca Juga:Rahasia Wirianingsih Berhasil Didik 11 Anak Jadi Penghafal Al-Qur’an
“Belajar Qur’anya sih alhamdulillah udah dari kecil. Waktu SMP sempat tinggal di rumah tahfidz, jadi intens belajar waktu itu sebenarnya,” kata Muzammil saat ditemui LANGIT7.ID di Islamic Book Fair (IBF), Jakarta, Jumat (5/8/2022).
Dia mempelajari Al-Qur’an secara bertahap. Saat SD dia fokus mempelajari mujawwad. Teknik ini menggunakan irama tertentu dan membutuhkan teknik pernafasan tingkat tinggi. Biasanya, Mujawwad dilantunkan dengan ritme yang lebih lambat daripada murottal.
Saat duduk di bangku SMP, dia fokus menghafal Al-Qur’an (hifzil Qur’an). Saat SMA konsen di fahmil Quran (memahami Al-Qur’an). Dia pun kerap mengikuti jenjang musabaqah di tiga bidang itu.
Muzammil Hasballah merupakan seorang Qari yang berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Pria yang akrab disapa Muzammil ini lahir di Sigli, NAD pada 21 September 1993.
Kedekatan Muzammil dengan Al-Qur’an tidak begitu saja muncul. Namun sudah dibina dengan menghafalkan Al-Qur’an sejak dini.
Baca Juga:Rahasia Wirianingsih Berhasil Didik 11 Anak Jadi Penghafal Al-Qur’an
“Belajar Qur’anya sih alhamdulillah udah dari kecil. Waktu SMP sempat tinggal di rumah tahfidz, jadi intens belajar waktu itu sebenarnya,” kata Muzammil saat ditemui LANGIT7.ID di Islamic Book Fair (IBF), Jakarta, Jumat (5/8/2022).
Dia mempelajari Al-Qur’an secara bertahap. Saat SD dia fokus mempelajari mujawwad. Teknik ini menggunakan irama tertentu dan membutuhkan teknik pernafasan tingkat tinggi. Biasanya, Mujawwad dilantunkan dengan ritme yang lebih lambat daripada murottal.
Saat duduk di bangku SMP, dia fokus menghafal Al-Qur’an (hifzil Qur’an). Saat SMA konsen di fahmil Quran (memahami Al-Qur’an). Dia pun kerap mengikuti jenjang musabaqah di tiga bidang itu.