Perempuan Harus Disiapkan dalam Upaya Penanggulangan Bencana
Mahmuda attar hussein
Ahad, 07 Agustus 2022 - 13:00 WIB
Perempuan Harus Disiapkan dalam Upaya Penanggulangan Bencana. (Foto: Indonesia Care).
Peran perempuan harus dimaksimalkan dalam upaya penanggulangan bencana. Sebab mereka menjadi kelompok rentan dan sering diabaikan dalam penanganannya.
Presidium Forum Penanggulangan Resiko Bencana (FPRB) DKI Jakarta, Prof Dr Ahmad Syahid mengatakan, kesiapan bencana ini mulai dari pra dan kejadian harus diperkuat.
"Jangan sampai mereka menjadi kelompok rentan yang hanya bergantung pada kaum lelaki saja," kata Syahid yang juga Wakil Ketua LPB MUI, dalam keterangannya, Ahad (7/8/2022).
Baca Juga: Indonesia Care Bagikan Baju Lebaran di Kampung Pemulung
Ragam bencana di Jakarta dan Kabupaten Tangerang, lanjut guru besar psikologi UIN tersebut secara umum sama dengan bencana di daerah lainnya di Indonesia, seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, rob dan lain-lain.
Tapi ada juga bencana yang secara spesifik hanya menjadi tipikal di DKI Jakarta, seperti polusi udara, polusi air, pengelolaan sampah, penurunan permukaan bumi, dan lain-lain.
"Untuk membangun kesiap-siagaan perempuan dalam penanggulangan bencana sudah waktunya bagi kalangan perempuan dibukakan informasi dan akses pengambilan kebijakan," katanya.
Presidium Forum Penanggulangan Resiko Bencana (FPRB) DKI Jakarta, Prof Dr Ahmad Syahid mengatakan, kesiapan bencana ini mulai dari pra dan kejadian harus diperkuat.
"Jangan sampai mereka menjadi kelompok rentan yang hanya bergantung pada kaum lelaki saja," kata Syahid yang juga Wakil Ketua LPB MUI, dalam keterangannya, Ahad (7/8/2022).
Baca Juga: Indonesia Care Bagikan Baju Lebaran di Kampung Pemulung
Ragam bencana di Jakarta dan Kabupaten Tangerang, lanjut guru besar psikologi UIN tersebut secara umum sama dengan bencana di daerah lainnya di Indonesia, seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, rob dan lain-lain.
Tapi ada juga bencana yang secara spesifik hanya menjadi tipikal di DKI Jakarta, seperti polusi udara, polusi air, pengelolaan sampah, penurunan permukaan bumi, dan lain-lain.
"Untuk membangun kesiap-siagaan perempuan dalam penanggulangan bencana sudah waktunya bagi kalangan perempuan dibukakan informasi dan akses pengambilan kebijakan," katanya.