home edukasi & pesantren

Syahidnya Imam Husein dalam Tragedi Politik di Karbala

Senin, 08 Agustus 2022 - 05:00 WIB
ilustrasi Kaligrafi Husain bin Ali (foto: LANGIT7.ID)
10 Muharam 1383 dalam penanggalan hijriah menjadi hari duka bagi keluarga utama Rasulullah. Cucu tercinta Nabi Muhammad Husein bin Ali syahid dalam tragedi politik di tanah Karbala, Irak.

Imam Husein adalah putra kedua pasangan Sayyidina Ali bin Abi Thalib dengan Sayyidah Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah. Imam Husein wafat dalam pertempuran melawan rezim Yazid bin Muawiyah di tepi sungai Eufrat Iraq.

Wafatnya Imam Husein bin Ali adalah tragedi yang mengenaskan dalam sejarah politik umat Islam. Peristiwa bermula dari rentetan konflik perebutan jabatan khalifah pasca wafatnya Rasulullah, memanas dengan syahidnya Khalifah Utsman bin Affan, lalu memuncak pasca terbunuhnya Khalifah Ali bin Abi Thalib.

Baca juga:Amalan 10 Muharram untuk Para Suami Bukan Cuma Puasa Asyura

Sayyidina Husein dinilai lebih berhak memegang tampuk pimpinan kekhalifahan setelah saudaranya, Sayyidina Hasan menolak agresi militer yang lebih besar dan menyerahkan jabatan Khalifah pada Muawiyah. Konflik politik tak mereda dengan wafatnya Muawiyah dan Sayyidina Hasan.

Naiknya Yazid sebagai penguasa baru yang berkedudukan di Damaskus, Syam, segera mengintai keselamatan Husein yang tinggal di Madinah. Personel intelijen berkeliaran mengawasi pergerakan cucu Rasulullah.

Masyarakat Kufah yang menjadi pusat pemerintahan kekhalifahan sejak masa Ali bin Abi Thalib mendorong Sayyidina Husein melakukan revolusi. Namun, kelak, mereka pulalah yang melakukan penghianatan sebagaimana juga menimpa Hasan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sayyidina husein syahid 10 muharram sejarah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya