Pemerintah Targetkan 95 Persen Pakai Masker Sebagai Alat Pertahanan
Mahmuda attar hussein
Selasa, 10 Agustus 2021 - 17:00 WIB
Ilustrasi target penggunaan masker hadapi Covid-19. Foto: Langit7/istock
Saat ini, pemerintah melaksanakan pembangunan fisik secara masif sebagai tuntutan dari transformasi digital. Namun demikian, pada saat yang sama ada kebutuhan komunikasi yang efektif dan akurat serta dapat menjangkau secara masif agar masyarakat bersama pemerintah melawan pandemi Covid-19.
Pemerintah sendiri memiliki target 95% masyarakat secara disiplin menggunakan masker sebagai alat pertahanan yang paling kuat untuk mencegah tertular dan membatasi penularan Covid-19.
“Saat ini arahan presiden terakhir secara jelas memastikan kita untuk mampu menangani dan mengendalikan pandemi dengan cara melaksanakan protokol kesehatan 3M secara ketat secara khusus memastikan 90% rakyat bangsa kita di bulan September nanti sudah harus menggunakan masker secara disiplin,” tutur Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam keterangan tertulis.
Mengutip data statistik pada bulan Agustus 2021, Menkominfo menujukkan bahwa hanya 85% tingkat kepatuhan dalam menggunakan masker.
“Komunikasi publik menjadi tugas terdekat dan kita sekalian untuk memastikan bahwa di bulan Oktober harus mampu meningkatkan menjadi 95%. Untuk itu komunikasi publik mempunyai peran yang sangat sentral,” tandasnya.
Oleh karena itu, Menteri Johnny menilai upaya komunikasi publik harus dilakukan dengan berbagai kombinasi kebijakan dan strategi yang bisa mendukung penanganan pandemi. Komunikasi publik mengambil peran yang sangat sentral untuk mengajak masyarakat mengambil bagian secara aktif secara masif.
“Tidak hanya memastikan terlaksananya testing tracing dan treatment (3T), tugas dan tantangan komunikasi publik perlu dilakukan dengan tepat kepada masyarakat agar masyarakat paham dan bisa memanfaatkan dan menggunakannya informasi dengan baik. Agar sinergi penanganan 3T kita menjadi lebih efektif dan lebih optimal. Untuk mengikuti dan melaksanakan vaksinasi Covid-19, melaksanakan 5M secara ketat plus melakukan 3T dengan efektif yang akan membantu Indonesia mempercepat menangani, mengendalikan dan mengakhiri pandemi Covid-19,” tuturnya.
Pemerintah sendiri memiliki target 95% masyarakat secara disiplin menggunakan masker sebagai alat pertahanan yang paling kuat untuk mencegah tertular dan membatasi penularan Covid-19.
“Saat ini arahan presiden terakhir secara jelas memastikan kita untuk mampu menangani dan mengendalikan pandemi dengan cara melaksanakan protokol kesehatan 3M secara ketat secara khusus memastikan 90% rakyat bangsa kita di bulan September nanti sudah harus menggunakan masker secara disiplin,” tutur Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam keterangan tertulis.
Mengutip data statistik pada bulan Agustus 2021, Menkominfo menujukkan bahwa hanya 85% tingkat kepatuhan dalam menggunakan masker.
“Komunikasi publik menjadi tugas terdekat dan kita sekalian untuk memastikan bahwa di bulan Oktober harus mampu meningkatkan menjadi 95%. Untuk itu komunikasi publik mempunyai peran yang sangat sentral,” tandasnya.
Oleh karena itu, Menteri Johnny menilai upaya komunikasi publik harus dilakukan dengan berbagai kombinasi kebijakan dan strategi yang bisa mendukung penanganan pandemi. Komunikasi publik mengambil peran yang sangat sentral untuk mengajak masyarakat mengambil bagian secara aktif secara masif.
“Tidak hanya memastikan terlaksananya testing tracing dan treatment (3T), tugas dan tantangan komunikasi publik perlu dilakukan dengan tepat kepada masyarakat agar masyarakat paham dan bisa memanfaatkan dan menggunakannya informasi dengan baik. Agar sinergi penanganan 3T kita menjadi lebih efektif dan lebih optimal. Untuk mengikuti dan melaksanakan vaksinasi Covid-19, melaksanakan 5M secara ketat plus melakukan 3T dengan efektif yang akan membantu Indonesia mempercepat menangani, mengendalikan dan mengakhiri pandemi Covid-19,” tuturnya.