Jokowi: Pelabuhan Pontianak Diharapkan Dongkrak Kecepatan Pengiriman Logistik
Hasanah syakim
Rabu, 10 Agustus 2022 - 20:21 WIB
Presiden Jokowi bersama Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kabupaten Mempawah (foto: setkab)
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kehadiran Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kabupaten Mempawah dinilai akan mendongkrak daya saing Provinsi Kalimantan Barat.
Menurut Jokowi, Provinsi Kalimantan Barat mempunyai banyak potensi besar di antaranya minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), alumina, bauksit, dan komoditas lainnya.
“Terminal pelabuhan yang dibangun ini memang betul-betul sudah dicek feasibility study-nya dan kebutuhan baik untuk kontainer maupun yang nonpeti kemas atau yang curah, curah cair. Semuanya memiliki potensi yang besar," jelasnya.
Baca juga:Jelang Hari Kemerdekaan, Tarif Ojol Naik per 14 Agustus
Tak hanya itu, kehadiran Pelabuhan Pontianak juga diyakini akan mendukung upaya hilirisasi dan industrialisasi yang gencar dilakukan pemerintah. Jokowi juga yakin dengan adanya hilirisasi dan industrialisasi, pemerintah akan mendapatkan nilai tambah yang berlipat, dari pendapatan negara hingga terbukanya lapangan pekerjaan.
“Larinya ke industrialisasi karena di situlah kita akan mendapatkan nilai tambah, baik itu urusan income untuk negara, pajak perusahaan, pajak karyawan, pajak dari badan, ada bea keluar, PNBP, kemudian yang paling penting kalau industrialisasi, hilirisasi, membuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya untuk rakyat,” katanya.
Selanjutnya, dia menerangkan bahwa pelabuhan tersebut juga hadir untuk bisa mendongkrak kecepatan, konektivitas, dan efisiensi pengiriman logistik yang menjadi salah satu faktor penentu tingkat daya saing Indonesia di pasar global.
Menurut Jokowi, Provinsi Kalimantan Barat mempunyai banyak potensi besar di antaranya minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), alumina, bauksit, dan komoditas lainnya.
“Terminal pelabuhan yang dibangun ini memang betul-betul sudah dicek feasibility study-nya dan kebutuhan baik untuk kontainer maupun yang nonpeti kemas atau yang curah, curah cair. Semuanya memiliki potensi yang besar," jelasnya.
Baca juga:Jelang Hari Kemerdekaan, Tarif Ojol Naik per 14 Agustus
Tak hanya itu, kehadiran Pelabuhan Pontianak juga diyakini akan mendukung upaya hilirisasi dan industrialisasi yang gencar dilakukan pemerintah. Jokowi juga yakin dengan adanya hilirisasi dan industrialisasi, pemerintah akan mendapatkan nilai tambah yang berlipat, dari pendapatan negara hingga terbukanya lapangan pekerjaan.
“Larinya ke industrialisasi karena di situlah kita akan mendapatkan nilai tambah, baik itu urusan income untuk negara, pajak perusahaan, pajak karyawan, pajak dari badan, ada bea keluar, PNBP, kemudian yang paling penting kalau industrialisasi, hilirisasi, membuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya untuk rakyat,” katanya.
Selanjutnya, dia menerangkan bahwa pelabuhan tersebut juga hadir untuk bisa mendongkrak kecepatan, konektivitas, dan efisiensi pengiriman logistik yang menjadi salah satu faktor penentu tingkat daya saing Indonesia di pasar global.