Piala AFF U-16
Bima Sakti Akui Strategi Parkir Bus Myanmar Repotkan Indonesia
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 11 Agustus 2022 - 12:48 WIB
Penggawa timnas Indonesia U-16 mendapat hadangan dari pemain Myanmar. (Foto: Humas PSSI)
Timnas Indonesia U-16 memastikan diri lolos ke babak final Piala AFF U-16 2022 usai mengalahkan Myanmar melalui babak adu penalti dengan skor 5-4 (1-1). Kelolosan ini sekaligus mempertemukan Indonesia dengan Vietnam di partai puncak.
Pelatih kepala timnas U-16, Bima Sakti, mengatakan Myanmar memberikan perlawanan sulit di laga semalam. Terlebih, Myanmar menerapkan strategi 'parkir bus' pasca unggul 1-0.
Baca Juga:Menang Adu Penalti 5-4 atas Myanmar, Timnas Indonesia U-16 Tembus Final
"Laga yang ketat dan sulit, mereka bermain dengan bertahan secara 'parkir bus' di lini belakang pada babak pertama, sehingga itu menyulitkan kami untuk menembus pertahanan mereka. Kami malah kecolongan satu gol," ungkap Bima dikutip dari laman federasi, Kamis (11/8).
Melihat Myanmar parkir bus, Bima langsung mengubah strategi permainan. Beruntung, perubahan strategi yang dibuatnya sangat efektif dan membuat Indonesia bisa mencetak gol di babak kedua.
"Saya merubah strategi, tadinya menggunakan empat pemain bertahan, menjadi tiga pemain bertahan. Kemudian, kami juga menambah penyerang di depan, sehingga kami bisa mencetak gol," kata Bima.
Baca Juga:Timnas Indonesia U-16 Tertinggal 0-1 dari Myanmar di Babak Pertama
Pelatih kepala timnas U-16, Bima Sakti, mengatakan Myanmar memberikan perlawanan sulit di laga semalam. Terlebih, Myanmar menerapkan strategi 'parkir bus' pasca unggul 1-0.
Baca Juga:Menang Adu Penalti 5-4 atas Myanmar, Timnas Indonesia U-16 Tembus Final
"Laga yang ketat dan sulit, mereka bermain dengan bertahan secara 'parkir bus' di lini belakang pada babak pertama, sehingga itu menyulitkan kami untuk menembus pertahanan mereka. Kami malah kecolongan satu gol," ungkap Bima dikutip dari laman federasi, Kamis (11/8).
Melihat Myanmar parkir bus, Bima langsung mengubah strategi permainan. Beruntung, perubahan strategi yang dibuatnya sangat efektif dan membuat Indonesia bisa mencetak gol di babak kedua.
"Saya merubah strategi, tadinya menggunakan empat pemain bertahan, menjadi tiga pemain bertahan. Kemudian, kami juga menambah penyerang di depan, sehingga kami bisa mencetak gol," kata Bima.
Baca Juga:Timnas Indonesia U-16 Tertinggal 0-1 dari Myanmar di Babak Pertama