LANGIT7.ID, Jakarta - Timnas Indonesia U-16 memastikan diri lolos ke babak final
Piala AFF U-16 2022 usai mengalahkan Myanmar melalui babak adu penalti dengan skor 5-4 (1-1). Kelolosan ini sekaligus mempertemukan Indonesia dengan Vietnam di partai puncak.
Pelatih kepala
timnas U-16, Bima Sakti, mengatakan Myanmar memberikan perlawanan sulit di laga semalam. Terlebih, Myanmar menerapkan strategi 'parkir bus' pasca unggul 1-0.
Baca Juga: Menang Adu Penalti 5-4 atas Myanmar, Timnas Indonesia U-16 Tembus Final"Laga yang ketat dan sulit, mereka bermain dengan bertahan secara 'parkir bus' di lini belakang pada babak pertama, sehingga itu menyulitkan kami untuk menembus pertahanan mereka. Kami malah kecolongan satu gol," ungkap
Bima dikutip dari laman federasi, Kamis (11/8).
Melihat Myanmar parkir bus, Bima langsung mengubah strategi permainan. Beruntung, perubahan strategi yang dibuatnya sangat efektif dan membuat Indonesia bisa mencetak gol di babak kedua.
"Saya merubah strategi, tadinya menggunakan empat pemain bertahan, menjadi tiga pemain bertahan. Kemudian, kami juga menambah penyerang di depan, sehingga kami bisa mencetak gol," kata Bima.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-16 Tertinggal 0-1 dari Myanmar di Babak PertamaBima menuturkan bahwa anak asuhnya memiliki banyak kans mencetak gol. Sayang, peluang-peluang itu nyatanya belum dapat dimaksimalkan oleh para pemain.
"Sebenarnya kami memiliki banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Mudah-mudahan itu tak terulang lagi di partai final nanti melawan Vietnam," ucap Bima.
"Saya memohon maaf kepada suporter tadi yang hadir di stadion dan penonton yang menyaksikan di rumah, karena laga tadi sedikut menegangkan. Namun Alhamdulillah, kita bisa mengatasinya dan memenangkan pertandingan," tutur Bima.
Baca Juga:
Jelang Laga Semifinal, Bima Sakti Ingatkan Suporter Tak Arogan
Jelang Timnas Indonesia U-16 vs Myanmar, Bima: Jangan Lakukan Kesalahan(asf)