Doa Sayyidul Istighfar, Bacaan Arab, Latin dan Terjemahan
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 06:00 WIB
Ilustrasi seorang di masjid memohon ampunan Allah dengan membaca doa sayyidul istighfar. (Foto: Pixabay).
Doa sayyidul istighfar merupakan salah satu bacaan dzikir pagi petang. Amalan sunnah ini bisa menjadi penggugur dosa, karena berisi permohonan ampunan Allah SWT.
Dalam sebuah hadist shahih disebutkan bahwa seorang hamba yang membaca doa sayyidul istighfar di pagi hari, lalu mati sebelum petang, akan tercatat sebagai penghuni surga.
Hal ini pun berlaku bagi mereka yang membaca doa sayyidul istighfar di sore hari, lalu mati sebelum pagi, Allah SWT menjanjikan tempat terbaik untuknya. Namun doa ini harus dibaca dengan penuh keyakinan, serta berharap ampunan Rabb-nya.
Baca Juga: Bacaan Sayyidul Istighfar, Dzikir Pamungkas di Pagi Hari
Hadist tersebut berbunyi: "Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga." (HR Bukhari).
Allah SWT sesungguhnya sangat menyukai hamba-hamba yang bertaubat. Bahkan dalam sebuah hadist, Nabi SAW bersabda: "Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali." (HR. Bukhari).
Hal ini menandakan bahwa memohon ampunan Allah SWT sungguh sangat penting, sampai-sampai Nabi SAW tak pernah lepas dari beristighfar dan bertaubat.
Dalam sebuah hadist shahih disebutkan bahwa seorang hamba yang membaca doa sayyidul istighfar di pagi hari, lalu mati sebelum petang, akan tercatat sebagai penghuni surga.
Hal ini pun berlaku bagi mereka yang membaca doa sayyidul istighfar di sore hari, lalu mati sebelum pagi, Allah SWT menjanjikan tempat terbaik untuknya. Namun doa ini harus dibaca dengan penuh keyakinan, serta berharap ampunan Rabb-nya.
Baca Juga: Bacaan Sayyidul Istighfar, Dzikir Pamungkas di Pagi Hari
Hadist tersebut berbunyi: "Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga." (HR Bukhari).
Allah SWT sesungguhnya sangat menyukai hamba-hamba yang bertaubat. Bahkan dalam sebuah hadist, Nabi SAW bersabda: "Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali." (HR. Bukhari).
Hal ini menandakan bahwa memohon ampunan Allah SWT sungguh sangat penting, sampai-sampai Nabi SAW tak pernah lepas dari beristighfar dan bertaubat.