LANGIT.ID, Jakarta - Doa
sayyidul istighfar merupakan salah satu bacaan
dzikir pagi petang. Amalan sunnah ini bisa menjadi penggugur dosa, karena berisi permohonan ampunan Allah SWT.
Dalam sebuah hadist shahih disebutkan bahwa seorang hamba yang membaca doa
sayyidul istighfar di pagi hari, lalu mati sebelum petang, akan tercatat sebagai penghuni surga.
Hal ini pun berlaku bagi mereka yang
membaca doa sayyidul istighfar di sore hari, lalu mati sebelum pagi, Allah SWT menjanjikan tempat terbaik untuknya. Namun doa ini harus dibaca dengan penuh keyakinan, serta berharap ampunan Rabb-nya.
Baca Juga: Bacaan Sayyidul Istighfar, Dzikir Pamungkas di Pagi HariHadist tersebut berbunyi: "Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga." (HR Bukhari).
Allah SWT sesungguhnya sangat menyukai hamba-hamba yang bertaubat. Bahkan dalam sebuah hadist, Nabi SAW bersabda: "Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali." (HR. Bukhari).
Hal ini menandakan bahwa memohon ampunan Allah SWT sungguh sangat penting, sampai-sampai Nabi SAW tak pernah lepas dari beristighfar dan bertaubat.
Ada sejumlah bacaan doa yang memiliki makna memohon ampunan dan taubat atas dosa-dosa. Salah satunya adalah sayyidul istighfar atau penghulunya istighfar.
Berikut doa sayyidul istighfar, lengkap beserta latin dan artinya:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَAllahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anna 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika. Mastatha'tu a'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu u laka bini' matika 'alayya wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yagfirudz dzunuuba illa anta.Artinya: "Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau." (HR. Bukhari).
Dari tasfir doa sayyidul istighfar tersebut terlihat jelas bagaimana cara memohon ampunan kepada Allah SWT. Di antaranya dengan memuji sang Khalik dan merendahkan diri sebagai hamba dan betapa bergantungnya manusia atas kuasa Allah SWT dalam kesehariannya.
Bacaan doa sayyidul istighfar ini bisa diamalkan pada pagi dan petang hari secara rutin. Keutamaannya tak lain berharap ampunan Allah SWT, dan semoga ditempatkan di surga-Nya kelak. Allahumma aaamiiin.
(bal)