Dukung Perhelatan G20, Pembangunan Pelabuhan Sanur Dipercepat
Hasanah syakim
Senin, 22 Agustus 2022 - 19:18 WIB
Pelabuhan Sanur (foto: hutama karya)
PT Hutama Karya (Persero) mempercepat pembangunan Pelabuhan Sanur, yang mulai digarap sejak akhir tahun 2020 lalu untuk mendukung perhelatan Presidensi G20.
Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi menyatakan perusahaannya telah menyiapkan sejumlah strategi di lapangan, untuk dapat mempercepat proses konstruksi dengan tepat biaya dan tepat mutu.
“Hingga saat ini progres pembangunan Pelabuhan Sanur telah mencapai lebih dari 80 persen. Sejumlah strategi percepatan yang kami lakukan dalam pembangunan Pelabuhan Sanur ini," katanya dalam keterangannya Senin (22/8/2022).
Baca juga:Merah Putih Sepanjang 30 Meter Dibentangkan di Gili Ketapang
Strategi tersebut di antaranya pekerjaan DED dikerjakan simultan dengan pekerjaan konstruksi, selektif dalam pemilihan vendor yang berkualitas, serta penambahan sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan.
"Meski dihadapkan dengan sejumlah tantangan dalam proses pengerjaannya, akan tetapi Hutama Karya telah mengantisipasi salah satunya lewat penerapan teknologi khusus dalam proyek ini," ujarnya.
Dia mengungkapkan, teknologi yang digunakan yaitu BPPT Lock 1,3 Ton dan 3,6 Ton sebagai Armor utama pengganti tetrapod dalam struktur breakwater. Sehingga pihaknya berharap proyek ini rampung sesuai waktunya.
Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi menyatakan perusahaannya telah menyiapkan sejumlah strategi di lapangan, untuk dapat mempercepat proses konstruksi dengan tepat biaya dan tepat mutu.
“Hingga saat ini progres pembangunan Pelabuhan Sanur telah mencapai lebih dari 80 persen. Sejumlah strategi percepatan yang kami lakukan dalam pembangunan Pelabuhan Sanur ini," katanya dalam keterangannya Senin (22/8/2022).
Baca juga:Merah Putih Sepanjang 30 Meter Dibentangkan di Gili Ketapang
Strategi tersebut di antaranya pekerjaan DED dikerjakan simultan dengan pekerjaan konstruksi, selektif dalam pemilihan vendor yang berkualitas, serta penambahan sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan.
"Meski dihadapkan dengan sejumlah tantangan dalam proses pengerjaannya, akan tetapi Hutama Karya telah mengantisipasi salah satunya lewat penerapan teknologi khusus dalam proyek ini," ujarnya.
Dia mengungkapkan, teknologi yang digunakan yaitu BPPT Lock 1,3 Ton dan 3,6 Ton sebagai Armor utama pengganti tetrapod dalam struktur breakwater. Sehingga pihaknya berharap proyek ini rampung sesuai waktunya.