LANGIT7.ID, Jakarta - PT Hutama Karya (Persero) mempercepat pembangunan Pelabuhan Sanur, yang mulai digarap sejak akhir tahun 2020 lalu untuk mendukung perhelatan
Presidensi G20.
Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi menyatakan perusahaannya telah menyiapkan sejumlah strategi di lapangan, untuk dapat mempercepat proses konstruksi dengan tepat biaya dan tepat mutu.
“Hingga saat ini progres pembangunan
Pelabuhan Sanur telah mencapai lebih dari 80 persen. Sejumlah strategi percepatan yang kami lakukan dalam pembangunan Pelabuhan Sanur ini," katanya dalam keterangannya Senin (22/8/2022).
Baca juga: Merah Putih Sepanjang 30 Meter Dibentangkan di Gili KetapangStrategi tersebut di antaranya pekerjaan DED dikerjakan simultan dengan pekerjaan konstruksi, selektif dalam pemilihan vendor yang berkualitas, serta penambahan sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan.
"Meski dihadapkan dengan sejumlah tantangan dalam proses pengerjaannya, akan tetapi Hutama Karya telah mengantisipasi salah satunya lewat penerapan teknologi khusus dalam proyek ini," ujarnya.
Dia mengungkapkan, teknologi yang digunakan yaitu BPPT Lock 1,3 Ton dan 3,6 Ton sebagai Armor utama pengganti
tetrapod dalam struktur
breakwater. Sehingga pihaknya berharap proyek ini rampung sesuai waktunya.
Baca juga: Jokowi: Pelabuhan Pontianak Diharapkan Dongkrak Kecepatan Pengiriman Logistik"Serta tetap mengedepankan kualitas hasil dan mutu sehingga dapat digunakan saat perhelatan G20 nanti,” ungkap Gunadi. Dengan demikian, menurutnya kehadiran
Pelabuhan Sanur ini akan menjadi destinasi baru bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Pulau Dewata.
"Selain itu, pelabuhan ini akan digunakan peserta G20 pada bulan November nanti untuk menyebrang ke Nusa Penida, serta sebagai simbol kemajuan infrastruktur publik khususnya di Pulau Bali," tuturnya.
(sof)