Menkes: Orang Kelahiran 1980 ke Bawah Terproteksi Cacar Monyet
Ummu hani
Selasa, 23 Agustus 2022 - 12:44 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan, cacar monyet (monkeypox) dapat menyerang siapa saja yang memiliki kontak erat dengan penderita sebelumnya. Artinya, setiap orang bisa saja tertular penyakit ini, baik kalangan muda maupun tua.
Namun, baru-baru ini Menteri Kesehatan, Budi Sadikin mengungkap kebanyakan orang kelahiran 1980 ke bawah memiliki antibodi untuk melawan virus cacar monyet.
Baca juga: Dokter RSUI Sebut Vaksin Cacar Monyet Diberikan Setelah Terpapar
"Buat teman-teman yang lahir pada 1980 ke bawah, tua-tua itu terproteksi. Mungkin tidak 100 persen, tapi terproteksi," ujar Menkes Budi, dalam konferensi pers virtual, Health Working Group Meeting G20, Selasa (23/8/2022).
Menkes Budi menjelaskan, proteksi itu berkat vaksinasi cacar air yang berlaku seumur hidup. Selain itu, tingkat penyebaran cacar monyet di Asia masih rendah dibanding Eropa.
"Dulu saat ada pandemi cacar air, di Eropa lebih cepat hilangnya. Jadi mereka vaksinasinya lebih cepat berhentinya jadi banyak orang Eropa yang tidak memiliki imunitas cacar. Sedangkan orang Indonesia pandemi cacarnya lama, vaksinasi terus dilakukan sehingga antibodinya kuat," kata Menkes Budi.
Baca juga: Dinkes DKI Temukan Tiga Orang Kontak Erat dengan Penderita Cacar Monyet
Namun, baru-baru ini Menteri Kesehatan, Budi Sadikin mengungkap kebanyakan orang kelahiran 1980 ke bawah memiliki antibodi untuk melawan virus cacar monyet.
Baca juga: Dokter RSUI Sebut Vaksin Cacar Monyet Diberikan Setelah Terpapar
"Buat teman-teman yang lahir pada 1980 ke bawah, tua-tua itu terproteksi. Mungkin tidak 100 persen, tapi terproteksi," ujar Menkes Budi, dalam konferensi pers virtual, Health Working Group Meeting G20, Selasa (23/8/2022).
Menkes Budi menjelaskan, proteksi itu berkat vaksinasi cacar air yang berlaku seumur hidup. Selain itu, tingkat penyebaran cacar monyet di Asia masih rendah dibanding Eropa.
"Dulu saat ada pandemi cacar air, di Eropa lebih cepat hilangnya. Jadi mereka vaksinasinya lebih cepat berhentinya jadi banyak orang Eropa yang tidak memiliki imunitas cacar. Sedangkan orang Indonesia pandemi cacarnya lama, vaksinasi terus dilakukan sehingga antibodinya kuat," kata Menkes Budi.
Baca juga: Dinkes DKI Temukan Tiga Orang Kontak Erat dengan Penderita Cacar Monyet