Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Suhu di China Capai 45 Derajat
Ummu hani
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 16:16 WIB
Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Suhu di China Capai 45 Derajat. Foto: Istimewa.
China diterpa gelombang panas hingga menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah. Fenomena ini dilaporkan menyebar di separuh wilayah China bahkan di dataran tinggi Tibet yang biasanya memiliki cuaca dingin.
Suhu tertinggi di China sempat mencapai lebih dari 40 derajat celsius. Salah satunya di Chongqing, Sichuan yang mencapai 45 derajat celcius. Ini merupakan suhu tertinggi yang pernah terjadi di China.
Menurut sejarawan cuaca Maximiliano Herrera, gelombang panas China kali ini tercatat merupakan yang terparah dari negara manapun.
Baca Juga:Rekomendasi Menu Sayur yang Cocok Disantap saat Cuaca Panas
"Ini menggabungkan intensitas paling parah dengan suhu paling ekstrem di area yang sangat luas secara bersamaan. Tidak ada dalam sejarah iklim dunia yang sebanding dengan apa yang terjadi di China," kata Herrera dalam keterangan tertulis, melansir dari New Scientist, Jumat (26/8/2022).
Dampak Gelombang Panas China
Akibat dari gelombang panas ini, ketinggian air di beberapa sungai dan waduk China semakin turun. Selain itu, pabrik-pabrik tutup karena kekurangan listrik. Tak sedikit pula tumbuhan telah rusak akibat kekeringan ini.
Suhu tertinggi di China sempat mencapai lebih dari 40 derajat celsius. Salah satunya di Chongqing, Sichuan yang mencapai 45 derajat celcius. Ini merupakan suhu tertinggi yang pernah terjadi di China.
Menurut sejarawan cuaca Maximiliano Herrera, gelombang panas China kali ini tercatat merupakan yang terparah dari negara manapun.
Baca Juga:Rekomendasi Menu Sayur yang Cocok Disantap saat Cuaca Panas
"Ini menggabungkan intensitas paling parah dengan suhu paling ekstrem di area yang sangat luas secara bersamaan. Tidak ada dalam sejarah iklim dunia yang sebanding dengan apa yang terjadi di China," kata Herrera dalam keterangan tertulis, melansir dari New Scientist, Jumat (26/8/2022).
Dampak Gelombang Panas China
Akibat dari gelombang panas ini, ketinggian air di beberapa sungai dan waduk China semakin turun. Selain itu, pabrik-pabrik tutup karena kekurangan listrik. Tak sedikit pula tumbuhan telah rusak akibat kekeringan ini.