Komedi ala Rasulullah, Bercanda Tanpa Menyakiti dan Dusta
Muhajirin
Sabtu, 27 Agustus 2022 - 15:40 WIB
ilustrasi (langit7.id/istock)
Stand Up Comedy jadi salah satu hiburan yang banyak digemari publik. Sayangnya, tak jarang di antara stand up comedian seringkali bercanda dengan melakukan roasting yang menyakiti hingga candaan yang mengandung kebohongan.
Habib Ali Zaenal Abidin Alkaff mengisahkan teladan Rasulullah dalam menyampaikan komedi dan candaannya. Selain beradab dalam, Rasulullah memiliki pesan mendalam yang hendak disampaikan kepada umatnya.
Meski begitu, canda Rasulullah tidak pernah berlebihan. Beliau tidak tertawa sampai terbahak-bahak. Tertawanya hanya sampai terlihat gigi taring saja. Beliau juga tidak melontarkan lelucon bohong, dusta, atau merendahkan orang lain. Hanya sebatas refreshing dan melepas kesuntukan.
“Rasulullah menunjukkan kepada kita bahwa Islam itu tidak mengajak kepada kesedihan. Agama Islam mengajak kepada indahnya kasih sayang Allah. Namun, tetap ada batas-batasnya,” kata Habib Ali saat menyampaikan tausiyah di Masjid Raya Bintaro, dikutip Sabtu (27/8/2022).
Baca Juga: Stop Menulis Nama Allah Jadi Yawla, Yaolo, dan Sebagainya
Habib Ali mencatat dua ciri khas ketika Rasulullah bercanda. Pertama, Rasulullah tidak melontarkan candaan yang menyakiti hati orang. Beliau tidak pernah menyinggung fisik apalagi merendahkan orang lain.
Habib Ali Zaenal Abidin Alkaff mengisahkan teladan Rasulullah dalam menyampaikan komedi dan candaannya. Selain beradab dalam, Rasulullah memiliki pesan mendalam yang hendak disampaikan kepada umatnya.
Meski begitu, canda Rasulullah tidak pernah berlebihan. Beliau tidak tertawa sampai terbahak-bahak. Tertawanya hanya sampai terlihat gigi taring saja. Beliau juga tidak melontarkan lelucon bohong, dusta, atau merendahkan orang lain. Hanya sebatas refreshing dan melepas kesuntukan.
“Rasulullah menunjukkan kepada kita bahwa Islam itu tidak mengajak kepada kesedihan. Agama Islam mengajak kepada indahnya kasih sayang Allah. Namun, tetap ada batas-batasnya,” kata Habib Ali saat menyampaikan tausiyah di Masjid Raya Bintaro, dikutip Sabtu (27/8/2022).
Baca Juga: Stop Menulis Nama Allah Jadi Yawla, Yaolo, dan Sebagainya
Habib Ali mencatat dua ciri khas ketika Rasulullah bercanda. Pertama, Rasulullah tidak melontarkan candaan yang menyakiti hati orang. Beliau tidak pernah menyinggung fisik apalagi merendahkan orang lain.