home global news

4 Pilar Pendidikan Ki Hajar Dewantara Jangan Lepas Meski Pandemi

Kamis, 12 Agustus 2021 - 08:30 WIB
Ilustrasi belajar daring di rumah saat pandemi Foto: Langit7.id/Istock
Filosofi pendidikan yang ditanamkan Ki Hajar Dewantara mesti menjadi acuan agar subtansi pendidikan di masa pandemi tetap tercapai. Pernyataan itu disampaikan Ketua Komisi Pendidikan MUI Provinsi Jawa Timur, Dr. Turhan Yani.

Buah pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah warisan budaya bangsa dan menjadi salah satu kekayaan keilmuan Indonesia. Tokoh penting dalam sejarah pendidikan Indonesia yang terlahir dengan nama Soewardi Surjaningrat adalah pelopor dan pendiri taman siswa, serta pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan setelah Indonesia merdeka.

Ki Hajar Dewantara membagi empat bagian penting yang menjadi sentral dalam proses pendidikan yakni olah hati (etika), olah pikir (literasi), olah rasa dan karsa (estetik, kreati, inovatif), dan olah raga (genestetik).

“Empat hal ini harus menjadi satu kesatuan, yang sangat penting untuk kita transformasikan kepada anak-anak didik kita. Maka pertanyaanya sebagai pendidik, apakah empat hal ini sudah kita lakukan dalam proses pendidikan kita saat daring?” kata Turhan dalam webinar pendidikan yang diadakan MUI Jawa Timur, Rabu malam (11/8/2021).

Jika diibaratkan, saat pembelajaran tatap muka, guru bisa menyampaikan 100 persen materi, namun pada saat daring hanya separuh. Meski begitu, empat poin sentral pendidikan ala Ki Hajar Dewantara harus diterapkan agar subtansi pendidikan tidak luntur.

Guru tidak boleh hanya asal menyampaikan materi saja. Dalam bahasa sederhana, hanya melepas kewajiban. Guru harus menerapkan dan bertanggung jawab atas olah hati, olah rasa dan karsa, olah pikir, dan olah raga.

“Seperti olah hati, proses pembentukan karakter. Pada masa daring ini memang pendidik menemui banyak hambatan, tapi sebagai seorang pendidik, kita bisa memonitor anak anak didik kita, tidak hanya jam-jam khusus saat pembelajaran. Tapi juga bisa memantau dari berbagai instrumen yang ada. Inilah yang bisa kita lakukan pada masa pembelajaran daring,” kata Turhan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pendidikan pendidikan anak ki hajar dewantara belajar daring pandemi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya