7 Adab Bertetangga yang Diajarkan Rasulullah SAW
Hasanah syakim
Kamis, 01 September 2022 - 11:00 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Islam mengajarkan umatnya untuk berhubungan baik dengan sesama manusia temasuk di lingkungan rumah. Sebagai muslim,harus saling menghormati dan menghargai tetangga.
Tetangga adalah orang yang paling dekat rumahnya serta berdampingan dengan kita, dalam Islam tetangga juga mempunyai hak-hak yang harus didapatkan salah satunya rasa aman dari gangguan. Di mana Islam mengatur adab bertetangga untuk mengatasi berbagai potensi terjadi benturan.
Baca juga:5 Hadits Tentang Kebersihan yang Bisa Diterapkan Sehari-hari
Pemikir Islam Imam Al-Ghazali menyebutkan sejumlah adab bertetangga dalam risalahnya berjudul al-Adab fi Din pada Majmu'ah Rasali al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, t.th, halaman 444).
آداب الجار: ابتداؤه بالسلام، ولا يطيل معه الكلام، ولا يكثر عليه السؤال، ويعوده في مرضه، ويعزيه في مصيبته، ويهنيه في فرحه، ويتلطف لولده و عبده في الكلام، ويصفح عن زلته، ومعاتبته برفق عند هفوته، ويغض عن حرمته، ويعينه عند صرخته، ولا يديم النظر إلى خادمته
Artinya: "Adab bertetangga, yaitu mendahulukan berucap salam, tidak lama-lama berbicara, tidak banyak tanya, menjenguk yang sakit, berbela sungkawa kepada yang tertimpa musibah, ikut bergembira atas kegembiraannya, berbicara dengan lembut kepada anak dan pembantunya, memaafkan kesalahan ucap, menegur secara halus ketika berbuat kesalahan, menundukkan mata dari memandang istrinya, memberikan pertolongan ketika diperlukan, tidak terus menerus memandang pembantu perempuannya."
Berdasarkan penjelasan di atas umat Islam perlu menerapkan adab bertetangga sesuai dengan ajaran Islam, lebih lanjut berikut ini beberapa adab bertetangga menurut Islam yang wajib dipahami, di antaranya:
Tetangga adalah orang yang paling dekat rumahnya serta berdampingan dengan kita, dalam Islam tetangga juga mempunyai hak-hak yang harus didapatkan salah satunya rasa aman dari gangguan. Di mana Islam mengatur adab bertetangga untuk mengatasi berbagai potensi terjadi benturan.
Baca juga:5 Hadits Tentang Kebersihan yang Bisa Diterapkan Sehari-hari
Pemikir Islam Imam Al-Ghazali menyebutkan sejumlah adab bertetangga dalam risalahnya berjudul al-Adab fi Din pada Majmu'ah Rasali al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, t.th, halaman 444).
آداب الجار: ابتداؤه بالسلام، ولا يطيل معه الكلام، ولا يكثر عليه السؤال، ويعوده في مرضه، ويعزيه في مصيبته، ويهنيه في فرحه، ويتلطف لولده و عبده في الكلام، ويصفح عن زلته، ومعاتبته برفق عند هفوته، ويغض عن حرمته، ويعينه عند صرخته، ولا يديم النظر إلى خادمته
Artinya: "Adab bertetangga, yaitu mendahulukan berucap salam, tidak lama-lama berbicara, tidak banyak tanya, menjenguk yang sakit, berbela sungkawa kepada yang tertimpa musibah, ikut bergembira atas kegembiraannya, berbicara dengan lembut kepada anak dan pembantunya, memaafkan kesalahan ucap, menegur secara halus ketika berbuat kesalahan, menundukkan mata dari memandang istrinya, memberikan pertolongan ketika diperlukan, tidak terus menerus memandang pembantu perempuannya."
Berdasarkan penjelasan di atas umat Islam perlu menerapkan adab bertetangga sesuai dengan ajaran Islam, lebih lanjut berikut ini beberapa adab bertetangga menurut Islam yang wajib dipahami, di antaranya: