Ilmuwan China Temukan Gen Baru Pengancam Jiwa Anak Usia Dini
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 02 September 2022 - 11:02 WIB
Ilustrasi tenaga medis. Foto: LANGIT7/iStock
Para ilmuwan China mengidentifikasi sebuah gen baru, yang apabila kekurangan gen tersebut maka penderita mengalami penyakit darah langka dan mengancam jiwa bernama hemophagocytic lymphohistiocytosis (HLH).
Merujuk dari Xinhua, Jumat (2/9/2022), penyakit ini umumnya terjadi pada anak usia dini, dengan transplantasi sel induk menjadi satu-satunya terapi kuratif definitif.
Baca juga: PBB Sebut China Lakukan Kejahatan Kemanusiaan di Xinjiang
Beberapa studi sebelumnya telah menemukan 12 gen berisiko, tetapi hanya dapat menjelaskan sebagian kecil dari kasus HLH.
Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Hematology & Oncology, dikatakan dapat membantu para dokter untuk menyaring populasi berisiko tinggi dari penyakit genetik tersebut dan meningkatkan diagnosis dini serta tingkat pengobatan.
Dengan menggunakan teknologi pengurutan genom menyeluruh (whole genome sequencing), para peneliti dari Institut Genomik Beijing (Beijing Institute of Genomics) di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) dan Rumah Sakit Anak Beijing dari Capital Medical University, mengidentifikasi sebuah gen baru bernama neuroblastoma amplified sequence (NBAS) pada pasien China yang menderita HLH.
Baca juga: Tak Hanya Genetik, Buta Warna Diderita Akibat Efek Samping
Merujuk dari Xinhua, Jumat (2/9/2022), penyakit ini umumnya terjadi pada anak usia dini, dengan transplantasi sel induk menjadi satu-satunya terapi kuratif definitif.
Baca juga: PBB Sebut China Lakukan Kejahatan Kemanusiaan di Xinjiang
Beberapa studi sebelumnya telah menemukan 12 gen berisiko, tetapi hanya dapat menjelaskan sebagian kecil dari kasus HLH.
Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Hematology & Oncology, dikatakan dapat membantu para dokter untuk menyaring populasi berisiko tinggi dari penyakit genetik tersebut dan meningkatkan diagnosis dini serta tingkat pengobatan.
Dengan menggunakan teknologi pengurutan genom menyeluruh (whole genome sequencing), para peneliti dari Institut Genomik Beijing (Beijing Institute of Genomics) di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) dan Rumah Sakit Anak Beijing dari Capital Medical University, mengidentifikasi sebuah gen baru bernama neuroblastoma amplified sequence (NBAS) pada pasien China yang menderita HLH.
Baca juga: Tak Hanya Genetik, Buta Warna Diderita Akibat Efek Samping