Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Tak Hanya Genetik, Buta Warna Diderita Akibat Efek Samping

Fifiyanti Abdurahman Senin, 06 Juni 2022 - 14:57 WIB
Tak Hanya Genetik, Buta Warna Diderita Akibat Efek Samping
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Buta warna adalah kondisi di mana penderita tidak bisa melihat warna dengan normal. Dokter spesialis mata, dr Andreas Surya Anugrah Sinaga, SpM menjelaskan buta warna terbagi menjadi dua jenis yaitu parsial dan total.

"Buta warna total itu, hanya sedikit yang terkena dari sekian banyak orang. Sementara buta warna parsial atau color deficiency, bisa melihat warna hanya saja mungkin tidak senormal yang normal," ucap dr Andreas kepada Langit7, Jumat (3/6/2022).

Baca juga: Empat Profesi Ini Tidak Terima Kondisi Buta Warna

Buta warna parsial adalah buta warna yang paling umum dialami sebagian orang. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya jumlah sel penangkap warna yang ada di lapisan retina atau disebut dengan fotoreseptor.

"Maka itu secara otomatis kemampuannya melihat (warna) pun menurun. Namun, buta warna bukan berarti tidak melihat warna sama sekali" jelas optamolog dari RSU Hermina dan Mandaya Hospital Karawang, Jawa Barat ini.

Perlu diketahui, kondisi buta warna parsial ini tidak disadari banyak orang. Karena penderita masih bisa melihat warna. Namun, akan terlihat apakah dia menderita buta warna parsial atau tidak, melalui tes defisiensi warna.

Lebih lanjut, dr Andreas menjelaskan umumnya penderita buta warna parsial sulit membedakan warna merah dan hijau atau biru dan kuning.

"Jadi mereka bisa melihat tetapi sulit membandingkan keduanya, apalagi ketika saling berdekatan. Mereka bisa melihat warnanya namun memang tidak bisa membedakannya," tambahnya.

Sementara, buta warna total hanya bisa melihat warna hitam dan putih. Jadi tidak bisa melihat warna apapun. Namun, kejadiannya sangat jarang. dan biasanya terkait etnis atau ras tertentu.

Baca juga: Waspada Dua Penyakit Intai Jamaah Haji, Begini Cara Mengatasinya


Penyebab buta warna


Lalu apa penyebab seseorang menderita buta warna? dr Andreas menjelaskan buta warna disebabkan oleh dua hal yaitu genetik dan didapat.

Jika disebabkan faktor genetik, yang didapat dari lahir, maka sudah terlihat adanya kelainan pada fotoreseptornya. Sedangkan untuk penyebab buta warna karena didapat biasanya terjadi ketika mengalami suatu penyakit pada saraf mata.

"Jadi seseoramg yang pernah mengalami infeksi mata, atau peradangan pada saraf mata baik itu karena infeksi, obat-obatan, trauma, benturan dan lainnya. Maka nanti bisa terjadi kehilangan salah satu fungsi saraf mata dalam hal ini fungsi penglihatan warna. Jadi bisa muncul buta warna," tutur dr Andreas.

Lantas, apakah buta warna dapat disembuhkan?

dr Andreas menyayangkan untuk saat ini buta warna yang disebabkan faktor genetik, terlebih untuk buta warna total, belum ada obatnya.

Berbeda halnya dengan buta warna parsial, di mana ada penelitian di luar negeri yang menemukan lensa untuk dapat memanipulasi gelombang wana merah dan hijau. Sehingga gelombang tersebut bisa menangkap fotoreseptor yang lemah.

Baca juga: Jaga Kesehatan Mentalmu, Agar Tak Sedikit-sedikit Healing

Meski begitu, dr Andreas melanjutkan, hasil tersebut bisa dibilang belum memuaskan. Karena dari 10 orang yang menggunakan lensa tersebut, hanya 8 orang yang merasa terbantu. Sementara dua orang lain tidak merasakan manfaatnya.

"Belum sepenuhnya terbantu dan masih bersifat individual. Tapi ini bisa jadi secercah harapan," pungkas dr Andreas.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)