Ganda Putra Tersisa Japan Open 2022, Fajar/Rian Tak Mau Jadikan Beban
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 02 September 2022 - 13:01 WIB
Ganda putra Fajar/Rian memastikan langkahnya masuk ke perempat final Japan Open 2022. Foto: PBSI.
Pasangan bulu tangkis Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi harapan tersisa ganda putra Indonesia di Japan Open 2022, setelah tiga pasangan unggulan lainnya tersingkir.
Unggulan ketujuh Fajar/Rian berhasil maju ke perempat final turnamen level Super 750 itu mengalahkan pasangan Thailand Supak Jomkoh/Kittinupong Kedren 21-9, 17-21, 21-12 di Maruzen Intec Arena Osaka, Jepang, Kamis (1/9/2022).
"Alhamdulillah bersyukur diberikan kelancaran dan kemenangan dalam pertandingan hari ini (Kamis)," kata Fajar melalui keterangannya dikutip dariPBSI, Jumat (2/9/2022).
Baca juga: Ana/Tiwi Susul Apri/Fadia ke Perempat Final Japan Open 2022
Pasangan ini sempat unggul di gim pertama, di mana keduanya sangat nyaman bermain. Sementara di gim kedua, Fajar mengaku bermain terburu-buru yang mengakibatkan kekalahan poin.
"Di gim pertama sangat nyaman bermainnya. Sementara di gim kedua kita ingin buru-buru dengan mempercepat tempo malah banyak melakukan kesalahan sendiri," lanjut Fajar.
Tak ingin mengulang kesalahan, keduanya pun mencoba fokus dengan memberi serangan bertempo pelan. Fajar sebagai pemain depan akan banyak mencari peluang, memancing lawan untuk Rian mendapatkan serangan.
Unggulan ketujuh Fajar/Rian berhasil maju ke perempat final turnamen level Super 750 itu mengalahkan pasangan Thailand Supak Jomkoh/Kittinupong Kedren 21-9, 17-21, 21-12 di Maruzen Intec Arena Osaka, Jepang, Kamis (1/9/2022).
"Alhamdulillah bersyukur diberikan kelancaran dan kemenangan dalam pertandingan hari ini (Kamis)," kata Fajar melalui keterangannya dikutip dariPBSI, Jumat (2/9/2022).
Baca juga: Ana/Tiwi Susul Apri/Fadia ke Perempat Final Japan Open 2022
Pasangan ini sempat unggul di gim pertama, di mana keduanya sangat nyaman bermain. Sementara di gim kedua, Fajar mengaku bermain terburu-buru yang mengakibatkan kekalahan poin.
"Di gim pertama sangat nyaman bermainnya. Sementara di gim kedua kita ingin buru-buru dengan mempercepat tempo malah banyak melakukan kesalahan sendiri," lanjut Fajar.
Tak ingin mengulang kesalahan, keduanya pun mencoba fokus dengan memberi serangan bertempo pelan. Fajar sebagai pemain depan akan banyak mencari peluang, memancing lawan untuk Rian mendapatkan serangan.