Ini Manfaat jika Santri jadi Konten Kreator Islami
Fajar adhitya
Ahad, 04 September 2022 - 23:15 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan saat ini ada 5 juta santri di Indonesia. Mereka tersebar di 28.000 pesantren di berbagai daerah tanah air.
Sandiaga mendorong para santri berkarya di media digital, jadi konten kreator. Menurutnya, dunia maya akan dipenuhi 5 juta konten yang menginspirasi jika 10 persen jumlah santri tersebut merilis konten Islami per pekan.
“Jadi, ini yang kita dorong agar para santri dapat semangat ciptakan konten yang memastikan Islam yang rahmatul lil alamin,” kata Sandiaga dalam kegiatan Santri Digitalpreneur di Pondok Pesantren Modern Al Amanah Junwangi, Sidoarjo, Jawa Timur dilansir pernyataan media, Ahad (4/9/2022).
Baca juga:Orang Tua Wajib Tahu, Begini Cara Didik Anak di Era Digital
Selain itu, menurut Sandiaga, santri berkarya dapat mendukung kebangkitan ekonomi dan terciptanya lapangan kerja. Lewat Santri Digitalpreneur, para santri dibekali ilmu digitalisasi dengan tren kekinian yang dapat meningkatkan kemampuan dan daya saing.
“Ini berangkat dari pemahaman bahwa 28 ribu pondok pesantren dan 5 juta santri adalah aset. Kita ingin para santri ini dibekali ilmu digital, kekinian yang akan meningkatkan kemampuan mereka untuk memiliki daya saing dan ilmu,” kata Sandiaga.
Sandiaga juga berpesan agar para santri memiliki sifat inovatif, adaptif, kolaboratif. Serta, menerapkan etos kerja 4 AS yakni kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas.
Sandiaga mendorong para santri berkarya di media digital, jadi konten kreator. Menurutnya, dunia maya akan dipenuhi 5 juta konten yang menginspirasi jika 10 persen jumlah santri tersebut merilis konten Islami per pekan.
“Jadi, ini yang kita dorong agar para santri dapat semangat ciptakan konten yang memastikan Islam yang rahmatul lil alamin,” kata Sandiaga dalam kegiatan Santri Digitalpreneur di Pondok Pesantren Modern Al Amanah Junwangi, Sidoarjo, Jawa Timur dilansir pernyataan media, Ahad (4/9/2022).
Baca juga:Orang Tua Wajib Tahu, Begini Cara Didik Anak di Era Digital
Selain itu, menurut Sandiaga, santri berkarya dapat mendukung kebangkitan ekonomi dan terciptanya lapangan kerja. Lewat Santri Digitalpreneur, para santri dibekali ilmu digitalisasi dengan tren kekinian yang dapat meningkatkan kemampuan dan daya saing.
“Ini berangkat dari pemahaman bahwa 28 ribu pondok pesantren dan 5 juta santri adalah aset. Kita ingin para santri ini dibekali ilmu digital, kekinian yang akan meningkatkan kemampuan mereka untuk memiliki daya saing dan ilmu,” kata Sandiaga.
Sandiaga juga berpesan agar para santri memiliki sifat inovatif, adaptif, kolaboratif. Serta, menerapkan etos kerja 4 AS yakni kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas.