home global news

Kebocoran 1,3 Miliar Data Simcard HP, Kominfo: Kita Investigasi Lagi

Senin, 05 September 2022 - 19:37 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Akhir Agustus lalu, 1,3 miliar data registrasi kartu SIM masyarakat Indonesia bocor dan dijual di forum online, Breached.to dengan harga USD50.000 (sekitar Rp700 juta). Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menampik sumber kebocoran tersebut berasal dari pihaknya.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan, Kominfo menindaklanjuti dugaan kebocoran data pendaftaran kartu SIM telepon Indonesia dengan berkoordinasi bersama ekosistem pengendali data.

Baca juga: TV Digital Beralih ke Multiple ASO, Ini Alasan Kominfo

“Kami baru saja rapat koordinasi dengan seluruh operator seluler, Dukcapil (Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil), ada juga dari BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara), Cyber Crime Polri, dan Ditjen PPI (Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Kominfo) sebagai pengampu untuk operator seluler,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Langit7.id dari situs resmi Kominfo, Senin (05/09/2022).

Dirjen Semuel menjelaskan, BSNN akan membantu operator seluler dan Dukcapil melakukan klasifikasi data lebih dalam.

“Jadi kita cari supaya kita tahu di mana, data siapa yang yang bocor, dan bagaimana kita melakukan mitigasi dan pengamanannya. Karena itu juga hadir tadi dari Cyber Crime Polri yang akan mendapatkan data input dari hasil investigasi dan akan menindaklanjuti,” tuturnya.

Dalam koordinasi tersebut disimpulkan, dugaan kebocoran data pendaftaran kartu SIM telepon Indonesia yang muncul di situs Breached.to berkaitan dengan NIK dan nomor telepon.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kebocoran data seluler kominfo
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya