Angka Kasus Kematian Covid-19 Melonjak akibat Laporan Tak Real Time
Muhajirin
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 00:46 WIB
Pihak keluarga dan kerabat menyaksikan pemakaman korban COVID-19 dari kejauhan di pemakaman khusus Covid-19 TPU Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/7/2021). Foto: Antara/Yulius
Lonjakan kasus kematian Covid-19 di Tanah Air disebabkan akumulasi data yang belum dilaporkan sebelumnya. Dalam tiga hari terakhir, Pemerintah Indonesia melaporkan lebih dari 1.000 kasus kematian per hari akibat Covid-19.
Tenaga Ahli Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Panji Fortuna Hadisoemarto mengklaim pelaporan kasus kematian yang dilakukan daerah tidak real time dan merupakan akumulasi dari bulan-bulan sebelumnya. Hal itu terlihat dari analisis data pada National All Record (NAR), yang merupakan sistem pelaporan kasus milik Kemenkes.
Baca Juga:Satgas Covid-19: Kasus Aktif di Indonesia Turun 25,77 Persen
Dia mencontohkan angka kematian pada 10 Agustus 2021 sebanyak 2.048 kasus yang sebagian besar bukan terjadi pada hari itu. Kasus kematian terbanyak disumbang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
"Bahkan 10,7 persen di antaranya berasal dari kasus pasien positif yang sudah tercatat di NAR lebih dari 21 hari namun baru terkonfirmasi dan dilaporkan pasien meninggal," kata Panji melalui siaran pers, Kamis (12/8/2021) malam.
Baca Juga:Yusril Protes Indikator Kematian Covid-19 Dihapus Walau Sementara
Tenaga Ahli Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Panji Fortuna Hadisoemarto mengklaim pelaporan kasus kematian yang dilakukan daerah tidak real time dan merupakan akumulasi dari bulan-bulan sebelumnya. Hal itu terlihat dari analisis data pada National All Record (NAR), yang merupakan sistem pelaporan kasus milik Kemenkes.
Baca Juga:Satgas Covid-19: Kasus Aktif di Indonesia Turun 25,77 Persen
Dia mencontohkan angka kematian pada 10 Agustus 2021 sebanyak 2.048 kasus yang sebagian besar bukan terjadi pada hari itu. Kasus kematian terbanyak disumbang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
"Bahkan 10,7 persen di antaranya berasal dari kasus pasien positif yang sudah tercatat di NAR lebih dari 21 hari namun baru terkonfirmasi dan dilaporkan pasien meninggal," kata Panji melalui siaran pers, Kamis (12/8/2021) malam.
Baca Juga:Yusril Protes Indikator Kematian Covid-19 Dihapus Walau Sementara