home global news

Kemenkes Diminta Perbaiki Cara Penghitungan Kasus Meninggal Covid-19

Jum'at, 13 Agustus 2021 - 02:00 WIB
Petugas pemakaman mengumandangkan azan di pusara di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta, Minggu (4/7/2021). Foto: Antara/Muhammad Adimaja/aww.
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperbaiki cara penghitungan angka kematian akibat Covid-19. Hitungan tersebut harus lebih tepat dan berdasarkan data teraktual.

Hal sedemikian disampaikan langsung Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). Permintaan tersebut dilatarbelakangi pernyataan Kemenkes terkait lonjakan angka kematian Covid-19 di Indonesia dalam tiga pekan terakhir. Kemenkes menyatakan, lonjakan kasus kematian dipicu akumulasi kasus yang belum terlaporkan sebelumnya.

Baca Juga:Angka Kasus Kematian Covid-19 Melonjak akibat Laporan Tak Real Time

"Untuk metode penghitungan angka kematian Covid-19 di Indonesia harus terus update, sehingga informasi yang disampaikan sudah berdasar pada kondisi riil saat ini," kata Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (12/8/2021).

Oleh karena itu, Bamsoet meminta agar dilakukan perbaikan pada cara penghitungan angka kematian. Termasuk, meminta Kemenkes umencantumkan tanggal atau durasi penghitungan yang jelas.

"Sehingga masyarakat tidak bias atau pun menimbulkan spekulasi masing-masing," katanya.

Selain melakukan perbaikan pada penghitungan, dia juga meminta agar Kemenkes menjelaskan perkembangan penanganan Covid-19 kepada masyarakat. Baik data jumlah kasus positif, data kesembuhan, maupun kematian secara terintegrasi dan transparan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
covid-19 indonesia kemenkes bambang soesatyo kasus kematian covid
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya