Sukses Go Digital ala Brodo: Tak Sekadar Posting
Fajar adhitya
Senin, 05 Juli 2021 - 11:34 WIB
Salah satu sepatu produk Brodo. Foto: Twiiter Brodo
Brodo, merek sepatu lokal Bandung, Jawa Barat berencana memulai ekspor ke Jepang pada kuartal dua 2021. CEO Brodo, Yukka Harlanda berani ekspansi setelah mendapatkan pendanaan seri A dari Dana Ventura Sembrani Nusantara, yang dikelola BRI Ventures.
Dengan dana itu pula, Yukka membangun jasa konsultan pemasaran digital bernama Boleh Dicoba Digital. Brodo memang terbilang sukses dalam membangun citra di media maya.
Yukka mulai bermain di perdagangan digital pada 2010, saat konsumen internet masih asik menggunakan media sosial sebagai media bercakap-cakap.
Lantas, bagaimana Brodo memulainya?
Brodo memulainya dengan nama merek yang unik. Membuat penasaran banyak pihak dan sempat dikira merek luar negeri yang saat itu bernama Brodo Footwear.
Brodo pun lihai memainkan cerita. Saat konsumen berkunjung ke website resminya untuk mencari tahu, Yukka hanya bercerita tentang impian dua insinyur yang membuat bisnis dari masalah pribadi tentang sepatu.
Tak ada strategi pemasaran yang tetap pada tiap periode perkembangan bisnis. Namun, yang tetap konsisten adalah menjaga kepercayaan pelanggan: konsumen berhak retur bila tidak puas.
Dengan dana itu pula, Yukka membangun jasa konsultan pemasaran digital bernama Boleh Dicoba Digital. Brodo memang terbilang sukses dalam membangun citra di media maya.
Yukka mulai bermain di perdagangan digital pada 2010, saat konsumen internet masih asik menggunakan media sosial sebagai media bercakap-cakap.
Lantas, bagaimana Brodo memulainya?
Brodo memulainya dengan nama merek yang unik. Membuat penasaran banyak pihak dan sempat dikira merek luar negeri yang saat itu bernama Brodo Footwear.
Brodo pun lihai memainkan cerita. Saat konsumen berkunjung ke website resminya untuk mencari tahu, Yukka hanya bercerita tentang impian dua insinyur yang membuat bisnis dari masalah pribadi tentang sepatu.
Tak ada strategi pemasaran yang tetap pada tiap periode perkembangan bisnis. Namun, yang tetap konsisten adalah menjaga kepercayaan pelanggan: konsumen berhak retur bila tidak puas.