home global news

Legislator Sebut Kenaikan Harga BBM Picu Gelombang PHK

Rabu, 07 September 2022 - 16:40 WIB
Suasana di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Pertamina di Kalimalang, Jakarta Timur. (Foto: Langit7.id/Garry)
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Heryawan, menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK besar-besaran di sektor industri. Kenaikan harga BBM secara langsung bakal mendongkrak beban operasional unit usaha di seluruh Indonesia.

Menurut Netty, BBM merupakan kebutuhan dasar dunia industri. Jika harganya naik, maka beban operasional perusahaan juga naik.

Baca Juga:Tolak Kenaikan Harga BBM, PKS Walk Out di Sidang Paripurna DPR

"Otomatis produk yang dihasilkan harganya bertambah mahal. Padahal daya beli masyarakat sedang melemah akibat imbas kenaikan BBM," kata Netty dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/9/2022).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan kenaikan harga BBM tidak hanya menyasar perusahaan-perusahaan besar, tapi juga berdampak bagi para pelaku UMKM. Saat biaya operasional tinggi sementara serapan pasar rendah, PHK menjadi jalan pintas untuk mengurangi beban perusahaan.

"Sekarang banyak pelaku UMKM yang menghadapi dilema. Mau menaikkan harga, nanti pembeli lari. Mau tetap di harga yang sama, tidak menutup pengeluaran. Bukan tidak mungkin jika nanti banyak UMKM yang gulung tikar," ujar Netty.

Baca Juga:BBM Naik, Tarif Bus AKAP Ikut Melonjak hingga Rp30.000
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sektor industri phk bbm komisi ix dpr netty prasetiyani
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya