Sejarah Konflik Palestina Israel, Perang hingga Akhir Zaman
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 09 September 2022 - 12:30 WIB
Sejarah Konflik Palestina Israel, Perang hingga Akhir Zaman. (Foto: Istimewa).
Sejarah konflik Palestina dan Israel sudah berawal sejak lama. Perang dua kubu antara Muslim dan Yahudi ini disebut akan terus terjadi hingga akhir zaman.
Awal mula konflik Palestina dan Israel ini karena sengketa lahan. Lalu muncul penindasan oleh Israel di wilayah Palestina. Konflik ini pun melebar menjadi masalah batas negara, kepercayaan, dan etnis yang dipelopori Theodor Herzl.
Melansir laman resmiRuang Guru, kala itu, pemerintah Inggris meminta dukungan Herzl yang juga ketua komunitas Yahudi di Inggris selama Perang Dunia I berlangsung.
Baca Juga: Pasukan Israel Kembali Tembaki Warga Palestina, 1 Orang Syahid
Herzl menyanggupinya dengan syarat agar Inggris dapat memberikan dukungan kepadanya untuk membangun sebuah negara. Hingga kesepakatan terjadi, kemudian pada 1917 terjadilah perjanjian Belfour Declaration.
Namun ternyata, perjanjian itu ditentang bangsa Arab Palestina. Sebab, mereka tidak dilibatkan dalam perumusan perjanjian Belfour Declaration.
Untuk itu, Inggris kemudian mempertemukan secara langsung antara komunitas Yahudi dengan bangsa Palestina. Pada pertemuan itu akhirnya menghasilkan White Paper pada 20 Oktober 1930.
Awal mula konflik Palestina dan Israel ini karena sengketa lahan. Lalu muncul penindasan oleh Israel di wilayah Palestina. Konflik ini pun melebar menjadi masalah batas negara, kepercayaan, dan etnis yang dipelopori Theodor Herzl.
Melansir laman resmiRuang Guru, kala itu, pemerintah Inggris meminta dukungan Herzl yang juga ketua komunitas Yahudi di Inggris selama Perang Dunia I berlangsung.
Baca Juga: Pasukan Israel Kembali Tembaki Warga Palestina, 1 Orang Syahid
Herzl menyanggupinya dengan syarat agar Inggris dapat memberikan dukungan kepadanya untuk membangun sebuah negara. Hingga kesepakatan terjadi, kemudian pada 1917 terjadilah perjanjian Belfour Declaration.
Namun ternyata, perjanjian itu ditentang bangsa Arab Palestina. Sebab, mereka tidak dilibatkan dalam perumusan perjanjian Belfour Declaration.
Untuk itu, Inggris kemudian mempertemukan secara langsung antara komunitas Yahudi dengan bangsa Palestina. Pada pertemuan itu akhirnya menghasilkan White Paper pada 20 Oktober 1930.