LANGIT7.ID, Jakarta - Sejarah
konflik Palestina dan Israel sudah berawal sejak lama. Perang dua kubu antara Muslim dan Yahudi ini disebut akan terus terjadi hingga akhir zaman.
Awal mula konflik Palestina dan Israel ini karena sengketa lahan. Lalu muncul penindasan oleh Israel di wilayah Palestina. Konflik ini pun melebar menjadi masalah batas negara, kepercayaan, dan etnis yang dipelopori Theodor Herzl.
Melansir laman resmi
Ruang Guru, kala itu, pemerintah Inggris meminta dukungan Herzl yang juga ketua komunitas Yahudi di Inggris selama Perang Dunia I berlangsung.
Baca Juga: Pasukan Israel Kembali Tembaki Warga Palestina, 1 Orang SyahidHerzl menyanggupinya dengan syarat agar Inggris dapat memberikan dukungan kepadanya untuk membangun sebuah negara. Hingga kesepakatan terjadi, kemudian pada 1917 terjadilah perjanjian Belfour Declaration.
Namun ternyata, perjanjian itu ditentang bangsa Arab Palestina. Sebab, mereka tidak dilibatkan dalam perumusan perjanjian Belfour Declaration.
Untuk itu, Inggris kemudian mempertemukan secara langsung antara komunitas Yahudi dengan bangsa Palestina. Pada pertemuan itu akhirnya menghasilkan White Paper pada 20 Oktober 1930.
Tiga tahun berselang, tepatnya pada 1933, NAZI di bawah kepemimpinan Adolf Hitler memburu orang-orang Yahudi di Jerman. Dengan alasan karena orang Yahudi dianggap mengganggu keturunan bangsa Jerman.
Akibatnya bangsa Yahudi itu mulai bermigrasi ke Palestina untuk menghindari perburuan NAZI Jerman. Rombongan migrasi Yahudi inilah yang membuat rakyat Palestina Marah.
Terlebih, usai Perang Dunia II orang-orang Yahudi menjadi lebih leluasa masuk ke wilayah Palestina. Melihat hal itu, PBB akhirnya turun tangan dengan membentuk United Nations Special Commission on Palestina (UNSC).
Pada 29 November 1947, PBB membagi wilayah Palestina berdasarkan Resolusi PBB No. 181 (II). Wilayah Palestina yang sebelumnya adalah wilayah mandat Inggris dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagi kelompok Arab Palestina dan Yahudi.
Mulai sejak itulah, masalah teritori menjadi pemicu utama perang antara Palestina-Israel. Zionisme terus merebut tanah milik tuan rumah dan mengklaim secara paksa hingga melakukan kekerasan pada wanita dan anak-anak di sana.
Seperti disebutkan sebelumnya, tujuan utama mereka adalah mendirikan sebuah negara khusus bagi kaum Yahudi. Sampai hari ini, wilayah Palestina yang amat luas itu terus berkurang akibat pendudukan yang dilakukan Israel hingga saat ini.
(bal)