Pesan Ustaz Hanan Attaki Tentang Menunda Kebaikan
Andi Muhammad
Jum'at, 09 September 2022 - 22:15 WIB
Ustaz Hanan Attaki. (Foto: Istimewa)
Menunda kebaikan tentu pernah kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Semisal menunda salat ketika adzan berkumandan maupun menunda bersedekah dengan dalih masih ada hari esok.
Ustaz Hanan Attaki, mengatakan menunda kebaikan sering terjadi lantaran kita menyepelekan karena merasa memiliki banyak waktu dan beranggapan masih ada hari esok untuk berbuat baik. "Padahal tidak ada yang bisa menjamin besok kita masih punya umur," kata Ustaz milenial itu dikutip dalam ceramahnya di akun YouTube Hanan Attaki, Jumat (9/9/2022).
Baca Juga:Gus Baha: Penting, Menjaga Niat Selalu Taat kepada Allah dalam Hidup
Menurut Ustaz Hanan Attaki, ada sebuah penelitian yang menemukan bahwa alasan yang kerap menunda kebaikan karena timbulnya rasa perfeksionis. Dalam konteks tersebut, orang kerap merasa jika tilawah satu ayat itu tidak terlalu bernilai.
"Lebih baik membaca Al-Qur'an satu atau dua juz, sehingga harus mencari waktu yang tepat untuk membaca Al-Qur'an. Pada akhirnya ketika punya sedikit waktu luang, misalnya sedang dalam perjalanan pulang kerja di kereta, angkot, mobil, kita memilih menghabiskan waktu untuk scrolling media sosial," ujarnya.
Pendiri Gerakan Pemuda Hijrah itupun menyarankan untuk menghindari kebiasaan tersebut. Ustaz Hanan Attaki menilai setiap orang harus merasa tidak memiliki waktu yang lebih tepat untuk melakukan suatu kebaikan selain saat ini.
Baca Juga:Ringkasan 7 Tema Khutbah Jumat: Mengenai Hidayah Allah
Ustaz Hanan Attaki, mengatakan menunda kebaikan sering terjadi lantaran kita menyepelekan karena merasa memiliki banyak waktu dan beranggapan masih ada hari esok untuk berbuat baik. "Padahal tidak ada yang bisa menjamin besok kita masih punya umur," kata Ustaz milenial itu dikutip dalam ceramahnya di akun YouTube Hanan Attaki, Jumat (9/9/2022).
Baca Juga:Gus Baha: Penting, Menjaga Niat Selalu Taat kepada Allah dalam Hidup
Menurut Ustaz Hanan Attaki, ada sebuah penelitian yang menemukan bahwa alasan yang kerap menunda kebaikan karena timbulnya rasa perfeksionis. Dalam konteks tersebut, orang kerap merasa jika tilawah satu ayat itu tidak terlalu bernilai.
"Lebih baik membaca Al-Qur'an satu atau dua juz, sehingga harus mencari waktu yang tepat untuk membaca Al-Qur'an. Pada akhirnya ketika punya sedikit waktu luang, misalnya sedang dalam perjalanan pulang kerja di kereta, angkot, mobil, kita memilih menghabiskan waktu untuk scrolling media sosial," ujarnya.
Pendiri Gerakan Pemuda Hijrah itupun menyarankan untuk menghindari kebiasaan tersebut. Ustaz Hanan Attaki menilai setiap orang harus merasa tidak memiliki waktu yang lebih tepat untuk melakukan suatu kebaikan selain saat ini.
Baca Juga:Ringkasan 7 Tema Khutbah Jumat: Mengenai Hidayah Allah