LANGIT7.ID, Jakarta - Allah SWT akan selalu memberikan hidayah kepada hamba-Nya yang ingin berubah ke arah lebih baik. Orang yang mendapatkan hidayah biasanya orang yang sebelumnya jauh dari Allah dalam artian tidak taat perintah Allah dan ahli maksiat. Bisa juga belum mendapatkan hidayah Islam.
Berikut tujuh ringkasan khutbah Jumat mengenai hidayah Allah yang dibawakan khatib siang tadi kepada jamaah:
1. Pengertian HidayahHidayah merupakan petunjuk yang dapat mengantarkan seseorang pada kebaikan. Hidayah sendiri adalah salah satu hal yang penting dan bahkan merupakan sebuah kebutuhan. Hidayah bisa diartikan sebagai petunjuk Allah untuk mendapatkan keselamatan di dunia maupun di akhirat.
2. Macam-macam HidayahA. Hidayah AqliHidayah Aqil merupakan hidayah yang dimiliki oleh seluruh umat manusia. Hidayah ini membuat manusia bisa berpikir untuk menemukan suatu ilmu. Kita sebagai manusia diberikan akal untuk berpikir, menemukan ilmu dan mencerna mana hal yang baik dan yang buruk. Sebagaimana firman Allah yang artinya:
Baca Juga: Makna Pendekkan Khutbah dan Panjangkan Salat, Ini Kata Buya Yahya“Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; Maka Allah mendatangkan bagi mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) sebagai pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai wawasan” (QS Al-Hasyr ayat 2).
B. Hidayah IlhamiHidayah ini dimiliki setiap manusia sejak lahir, di mana dia merasakan kebutuhan untuk makan dan minum sehingga dia menangis sebagai tanda haus dan lapar bila kedua orang tuanya tidak peka. Hidayah ilhami biasa juga disebut insting yang merupakan tingkat inteligensi yang paling rendah.
C. Hidayah Agama Hidayah ini berupa wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada para Rasul-Nya untuk disampaikan kepada umat manusia yang kemudian dijadikan sebagai pedoman hidup guna mencapai kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat. Wahyu itu kemudian berbentuk kitab suci yang wajib diyakini.
D. Hidayah TaufiqHidayah Taufiq membuat manusia bersih dari segala penyakit hati. Mereka akan kokoh dengan keimanan yang mereka miliki. Karena itulah hanya kesungguhan dalam mencintai Allah SWT untuk mendapatkan hidayah ini. Dalam surah Al Ankabut ayat 69 Allah SWT berfirman yang artinya:
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar- benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al-Ankabuut ayat 69).
3. Al-Qur'an sebagai PetunjukA. Hudan Lin NasAl-Quran sebagai hudan lin nas menyediakan seluruh panduan dan membekali manusia untuk menjalankan kehidupannya. Tujuannya, agar manusia terhindar dari kesesatan atau salah jalan. Inilah salah satu fungsi pokok Al-Quran yang dilukiskan oleh-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِ
Artinya: ”Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)."
B. Hudan Lil MuttaqinHudan lil-muttaqiin merupakan petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan sebagai petunjuk atau pedoman hidup bagi umat manusia.
4. Doa Memeroleh Petunjuk HidayahDoa permohonan hidayah tertuan dalam Al-Qur'an surat Al-Fatihah ayat 6-7:
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ
Artinya: “Tunjukkanlah kami jalan yang lurus. (Yakni) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS Al-Fatihah: 6-7).
5. Makna Ihdinas Siratal Mustaqim Al-Fatihah merupakan surat yang selalu dibaca pada waktu salat, baik salat sunnah ataupun wajib. Dalam surat tersebut terdapat penggalan ayat yang berbunyi Iihdinas siratal mustaqim. Yang memiliki arti "(Ya Allah). Tunjukilah kami jalan yang lurus (siratal mustaqim),"
Siratal mustaqim merupakan nikmat yang agung bagi seorang hamba. Nikmat hidayah shiratal mustaqim (jalan yang lurus) adalah nikmat yang besar bagi seseorang. Tidak semua orang Allah beri nikmat yang mulia ini. Nikmat ini hanya Allah berikan kepada orang-orang yang Allah kehendaki.
6. Tanda Manusia yang Dapatkan HidayahA. Mudah BeribadahTanda yang paling utama yakni orang yang mendapatkan hidayah akan selalu beribadah. Bila meninggalkan kewajiban beribadah biasanya akan terasa berat. Bahkan merasakan nikmat dan ikhlas serta menantikan waktunya beribadah.
B. IstiqamahOrang yang mendapat hidayah dari Allah selalu beristiqamah dalam menjalankan setiap ibadah dan berusaha menjaga konsistensi ibadahnya. Bahkan, selalu berusaha meningkatkan kualitas ibadahnya.
7. Hidayah Bukan Ditunggu, Tetapi DijemputTak sedikit yang beranggapan bahwa hidayah akan turun begitu saja tanpa adanya usaha. Hal ini merupakan kesalahpahaman yang harus diluruskan. Karena pada dasarnya hidayah itu dijemput dengan melakukan berbagai upaya bukan hanya ditunggu tanpa adanya usaha. Seperti firman Allah dalam surat Al-Ankabut ayat 69 yang artinya:
"Allah Bersama Orang-orang yang Berbuat Baik. "Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik."
Baca Juga: 2 Hal yang Dilarang saat Khutbah, Bisa Kurangi Pahala Salat(zhd)