LANGIT7.ID, Jakarta - Menunda kebaikan tentu pernah kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Semisal menunda salat ketika adzan berkumandan maupun menunda bersedekah dengan dalih masih ada hari esok.
Ustaz Hanan Attaki, mengatakan menunda kebaikan sering terjadi lantaran kita menyepelekan karena merasa memiliki banyak waktu dan beranggapan masih ada hari esok untuk berbuat baik. "Padahal tidak ada yang bisa menjamin besok kita masih punya umur," kata Ustaz milenial itu dikutip dalam ceramahnya di akun YouTube Hanan Attaki, Jumat (9/9/2022).
Baca Juga: Gus Baha: Penting, Menjaga Niat Selalu Taat kepada Allah dalam HidupMenurut Ustaz Hanan Attaki, ada sebuah penelitian yang menemukan bahwa alasan yang kerap menunda kebaikan karena timbulnya rasa perfeksionis. Dalam konteks tersebut, orang kerap merasa jika tilawah satu ayat itu tidak terlalu bernilai.
"Lebih baik membaca Al-Qur'an satu atau dua juz, sehingga harus mencari waktu yang tepat untuk membaca Al-Qur'an. Pada akhirnya ketika punya sedikit waktu luang, misalnya sedang dalam perjalanan pulang kerja di kereta, angkot, mobil, kita memilih menghabiskan waktu untuk scrolling media sosial," ujarnya.
Pendiri Gerakan Pemuda Hijrah itu pun menyarankan untuk menghindari kebiasaan tersebut. Ustaz Hanan Attaki menilai setiap orang harus merasa tidak memiliki waktu yang lebih tepat untuk melakukan suatu kebaikan selain saat ini.
Baca Juga: Ringkasan 7 Tema Khutbah Jumat: Mengenai Hidayah Allah"Karena biasanya kalau sudah menunda satu alasan, kita akan mudah mencari alasan-alasan lainnya sehingga akhirnya kita tidak melakukan apa-apa," ucap pendakwah berusia 40 tahun itu.
Selanjutnya, hal yang disarakan Ustaz Hanan Attaki ialah menghapus mindset perfeksionis dengan mengubah pola pikir seperti itu. "Kita harus yakin bahwa sekecil apapun kebaikan tidak ada yang sia-sia. Misal membaca satu ayat Al-Qur'an, itu sangatlah berharga sebab akan dibalas dengan pahala yang besar oleh Allah SWT," lanjutnya.
"Mungkin karena keterbatasan waktu kita tidak bisa baca sampai satu juz, mungkin cuma satu lembar atau beberapa ayat saja. Tapi itu tidak apa-apa, karena kuncinya adalah segera bukan sempurna," tuturnya.
Baca Juga:
2 Hal Ini Jadi Syarat Amal Ibadah Diterima Allah SWT
Bacaan Doa Nabi Yunus Keluar dari Keterpurukan Masalah
Bagaimana Cara Jaga Hafalan Quran, Simak Penjelasan Buya Yahya(asf)