home global news

Ketua MIUMI: Kesadaran Politik Bangsa yang Beradab Harus Dibangun

Jum'at, 13 Agustus 2021 - 17:21 WIB
Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Prof Dr KH Hamid Fahmy Zarkasyi (foto: unida.gontor.ac.id)
Ketua Umum Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Prof Dr KH Hamid Fahmi Zarkasyi, menyebut,satu hal yang mulai dilupakan saat ini adalah kesadaran berbangsa. Termasuk sejarah bangsa Melayu dan bangsa Nusantara yang kemudian membentuk negara Republik Indonesia. Banyak orang sudah tidak menyadari peran besar umat Islam sejak awal bangsa ini terbangun.

“Peranan umat Islam sangat besar, diakui atau tidak diakui, sejarah telah menuliskan itu. Apa yang terjadi sebenarnya adalah sebuah proses yang panjang, di mana Islam datang ke sini tidak menggunakan senjata apapun, peperangan apapun, semuanya berjalan secara natural, terjadi sebuah proses yang disebut islamisasi,” kata Prof Hamid webinar Merajut Kesadaran Politik Bangsa yang Beradab melalui youtube MIUMI, dikutip Kamis (13/8/2021).

Prof Hamid mengingatkan, bangsa Melayu dan bangsa Nusantara pernah terislamkan. Ini harus menjadi pengingat untuk orang-orang yang ingin me-nusantarakan Islam. Sebab hal itu merupakan langkah yang keliru. Sebuah gerakan politik yang tidak beradab.

Kesadaran bahwa bangsa ini dibangun oleh umat Islam sebenarnya sudah mendarah daging. Hanya saja ada oknum yang ingin menghilangkan potongan sejarah tersebut. Umat Islam memperjuangkan bangsa ini sesuatu dengan Ketuhanan yang Maha Esa. Sila pertama yang menjadi basis utama pancasila.

“Kesadaran untuk memperjuangkan inilah yang sekarang ini mulai hilang dari generasi ke generasi. Kita harus meningkatkan kesadaran bahwa negara ini milik bersama, oleh sebab itu jangan sampai ada bangsa lain yang ingin menguasai kita, jangan ada lagi unsur-unsur lain yang menguasai kita,” kata Prof Hamid.

Kesadaran itu harus ditingkatkan secara individu. Baik individu dalam konteks seorang pemimpin negara maupun individu sebagai politikus. Kesadaran itu harus dikembangkan menjadi sebuah gerakan.

Politik Kebangsaan
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
politisi hamid fahmy zarkasyi politik rektor unida gontor adab politik
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya