Charles III, Raja Paling Pro Muslim dalam Sejarah Inggris
Muhajirin
Selasa, 13 September 2022 - 15:00 WIB
Raja Inggris Raja Charles III (foto: ievren.org)
Raja Charles III disebut sebagai raja paling pro-Islam atau Islamofobia dalam sejarah Inggris. Dalam beberapa pidato, dia secara terang-terangan membantah tesis clash of civilizations (benturan peradaban) yang mengatakan Islam sedang berperang dengan Barat.
Sebaliknya, dia berpendapat, Islam, Yahudi, dan Kristen merupakan tiga agama monoteistik besar yang memiliki banyak kesamaan.
Charles III juga merupakan sosok bijaksana yang telah mempelajari Islam secara mendalam, bahkan belajar bahasa Arab untuk memahami Al-Qur’an.
Sejak 1993, dia telah menjadi Pelindung di Pusat Studi Islam Oxford. Dia berpidato berjudul ‘Islam dan Barat’. Itu bukan jenis pidato tentang agama yang diharapkan kebanyakan orang dari politisi dan bangsawan. Dia juga pernah menerbitkan sebuah renungan tentang hubungan peradaban Islam dengan Eropa.
Baca Juga: Raja Charles III Pelajari Bahasa Arab karena Ingin Pahami Al-Quran
Sebaliknya, dia berpendapat, Islam, Yahudi, dan Kristen merupakan tiga agama monoteistik besar yang memiliki banyak kesamaan.
Charles III juga merupakan sosok bijaksana yang telah mempelajari Islam secara mendalam, bahkan belajar bahasa Arab untuk memahami Al-Qur’an.
Sejak 1993, dia telah menjadi Pelindung di Pusat Studi Islam Oxford. Dia berpidato berjudul ‘Islam dan Barat’. Itu bukan jenis pidato tentang agama yang diharapkan kebanyakan orang dari politisi dan bangsawan. Dia juga pernah menerbitkan sebuah renungan tentang hubungan peradaban Islam dengan Eropa.
Baca Juga: Raja Charles III Pelajari Bahasa Arab karena Ingin Pahami Al-Quran