LANGIT7.ID, Jakarta -
Raja Charles III disebut sebagai raja paling pro-Islam atau Islamofobia dalam sejarah Inggris. Dalam beberapa pidato, dia secara terang-terangan membantah tesis
clash of civilizations (benturan peradaban) yang mengatakan Islam sedang berperang dengan Barat.
Sebaliknya, dia berpendapat, Islam, Yahudi, dan Kristen merupakan tiga agama monoteistik besar yang memiliki banyak kesamaan.
Charles III juga merupakan sosok bijaksana yang telah mempelajari Islam secara mendalam, bahkan belajar bahasa Arab untuk memahami Al-Qur’an.
Sejak 1993, dia telah menjadi Pelindung di Pusat Studi Islam Oxford. Dia berpidato berjudul ‘Islam dan Barat’. Itu bukan jenis pidato tentang agama yang diharapkan kebanyakan orang dari politisi dan bangsawan. Dia juga pernah menerbitkan sebuah renungan tentang hubungan peradaban Islam dengan Eropa.
Baca Juga: Raja Charles III Pelajari Bahasa Arab karena Ingin Pahami Al-Quran
“Islam adalah bagian dari masa lalu dan masa kini kita, di semua bidang usaha manusia. Ini telah membantu menciptakan Eropa modern. Ini adalah bagian dari warisan kita sendiri, bukan sesuatu yang terpisah,” kata Charles III, dikutip Middle East Eye, Selasa (13/9/2022).
Dia mendesak orang-orang Barat agar tidak melihat Islam dari sudut pandang negatif. Dia mengatakan, prinsip dan semangat hukum Islam diambil langsung dari Al-Qur’an. Al-Qur’an, menurut dia, penuh dengan kasih sayang dan mengajarkan kesetaraan.
Dia mencatat, wanita diberikan hak atas properti dan warisan dalam Islam. Itu merupakan bentuk toleransi yang luar biasa dari Islam pada abad pertengahan.
Charles III menyesali "ketidaktahuan barat tentang hutang budaya dan peradaban kita sendiri kepada dunia Islam”. Pada saat itu, dia menggambarkan komunitas muslim Inggris sebagai aset bagi Inggris yang menambah kekayaan budaya bangsa.
Dia juga menyerukan agar muslim diberi kebebasan dalam menjalankan ajaran agama mereka. Bahkan, kata dia, non-muslim bisa belajar ajaran kasih sayang dalam Islam untuk merawat perdamaian dan menghindari tindakan yang bisa menyebabkan pelanggaran berat.
Baca Juga: Kisah Kedekatan Ratu Elizabeth II dengan Umat Islam di Inggris
Sikap Charles III tersebut membuat seorang tokoh anti-Muslim, Daniel Pipes, membuat satu artikel yang menyebut Charles III sudah menjadi muslim. Artikel itu berjudul "
Is Prince Charles a Convert to Islam?”.
Itu karena Charles sering mengikuti acara-acara keagamaan umat Islam seperti buka puasa pada bulan Ramadhan. Charles III juga sempat mengkritik Salman Rushdie karena menghina keyakinan umat Islam.
Charles III Menyukai Seni IslamCharless III juga menyukai kesenian Islam. Itu bisa terlihat dalam kehidupan pribadinya. Ada sebuah Taman yang terinspirasi dari keindahan surga yang digambarkan dalam Al-Qur’an. Taman itu dibuat di rumahnya di Gloucestershire.
"Saya menanam pohon ara, delima dan zaitun di kebun karena disebutkan dalam Al-Qur’an,” kata Charles III.
(jqf)