LANGIT7.ID - , Jakarta -
Raja Charles III resmi memimpin monarki Inggris setelah mangkatnya sang ibu,
Ratu Elizabeth II, Kamis (8/9/2022).
Secara konstitusional, keluarga
kerajaan Inggris berkewajiban untuk menjauh dari masalah politik. Namun, bukan rahasia lagi bagaimana Raja Charles III memiliki kedekatan dengan penguasa
negara Teluk Arab.
Sebelum menjadi raja, dikutip dari Aljazeera, Senin (12/9/2022), sosok Charles dikenal dengan komentar yang blak-blakan. Bahkan, mantan suami Putri Diana ini pun sempat menyatakan simpatinya pada rakyat
Palestina di bawah kependudukan
Israel.
Baca juga: Raja Charles III Pelajari Bahasa Arab karena Ingin Pahami Al-Qur’anPada Januari 2020, Charles melakukan tur resmi pertamanya ke Israel dan wilayah Palestina yang diduduki. Dia menjadi anggota kerajaan paling senior yang pernah berkunjung.
Dalam kunjungannya tersebut, Charles berbicara tentang kebebasan, keadilan, dan kesetaraan bagi rakyat Palestina.
“Ini adalah harapan terkasih saya bahwa masa depan akan membawa kebebasan, keadilan dan kesetaraan bagi semua orang Palestina, memungkinkan Anda untuk berkembang dan makmur.” kata Charles saat berpidato di Betlehem.
Sky News TV pada saat itu mengatakan pidato tersebut merupakan sebagai dukungan terbesar dari anggota keluarga kerajaan untuk Palestina.
Baca juga: Raja Charles III Berjanji akan Setia Layani Rakyat Seperti Sang IbuSementara menurut penulis buku Robert Jobson, Charles percaya bahwa
konflik Israel-Palestina adalah "Alasan mendasar untuk permusuhan dan semua 'racun yang terpendam' di seluruh
dunia Islam".
Jobson menulis bahwa Charles adalah penentang keras invasi pimpinan Amerika Serikat ke Irak tahun 2003. Menurut Jobson, Charles terjerumus dalam keputusasaan atas dukungan Perdana Menteri Inggris Tony Blair saat itu terhadap perang dan mungkin akan mencoba untuk menentangnya seandainya dia raja.
"Dia mengatakan kepada tokoh-tokoh politik dan orang-orang di lingkaran kepercayaannya bahwa dia menganggap pemerintahan [Presiden George] Bush sebagai 'mengerikan' dan mencela apa yang dia yakini sebagai kurangnya kecerdasan Blair," tulis Jobson.
Baca juga: Ratu Elizabeth II Wafat, Putra Sulung Naik Takhta Jadi Raja Charles III"Dia percaya Blair telah berperilaku seperti 'pudel' Bush dan berkata begitu."
(est)