LANGIT7.ID, Teheran,- - Media pemerintah
Iran secara resmi mengonfirmasi wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran,
Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai penghormatan terakhir bagi sang Pemimpin Tertinggi, pemerintah Iran telah mengumumkan 40 hari
masa berkabung nasional.
Dalam pernyataan resmi yang dibacakan oleh presenter di saluran TV pemerintah, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa
Khamenei tewas pada Sabtu (28/2/2026) dini hari di kantornya.
Baca juga: Krisis Timur Tengah: Oman Sebut Negosiasi AS-Iran Berakhir dengan 'Kemajuan Signifikan', Namun Belum Ada KesepakatanPihak berwenang menekankan bahwa saat peristiwa itu terjadi,
Khamenei sedang berada di tempat kerjanya untuk menjalankan tugas negara.
"Serangan pengecut ini terjadi pada dini hari Sabtu," lapor media pemerintah, menggambarkan insiden yang mengguncang pusat pemerintahan di Teheran tersebut, dikutip BBC.
Menanggapi spekulasi yang beredar sebelumnya, Kantor Berita Tasnim yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa lokasi kematian Khamenei di kantornya adalah bukti nyata untuk mematahkan narasi lawan.
Tasnim menyebut laporan yang mengeklaim Khamenei sedang bersembunyi hanyalah bagian dari "perang psikologis musuh".
Sebaliknya, media pemerintah melaporkan bahwa hingga saat-saat terakhirnya, Khamenei tetap "sedang menjalankan tugas yang diberikan kepadanya dan berada di tempat kerjanya."
Baca juga: Harapan Damai Muncul Jelang Perundingan Nuklir Iran dan Amerika Serikat di JenewaMeskipun detail mengenai jenis serangan belum dirinci sepenuhnya dalam pernyataan awal, bukti visual mulai bermunculan.
BBC Verify melalui analisis citra satelit sebelumnya telah mengonfirmasi adanya kerusakan signifikan pada beberapa bagian kompleks Gedung Kepemimpinan, yang merupakan kantor resmi Khamenei di Teheran.
(est)