Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 25 Mei 2026
home global news detail berita

Harapan Damai Muncul Jelang Perundingan Nuklir Iran dan Amerika Serikat di Jenewa

tim langit 7 Senin, 23 Februari 2026 - 06:10 WIB
Harapan Damai Muncul Jelang Perundingan Nuklir Iran dan Amerika Serikat di Jenewa

LANGIT7.ID-Jakarta; Negosiator dari Iran dan Amerika Serikat bakal kembali duduk satu meja di Jenewa pada Kamis besok. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi, selaku mediator regional kedua negara.

Lewat unggahan di akun media sosial pribadinya, Busaidi menyebutkan bahwa pembicaraan ini bakal dilanjutkan kembali "dengan dorongan positif untuk melangkah lebih jauh demi merampungkan kesepakatan."

Sebelumnya pada hari Minggu, diplomat top Iran sempat melontarkan peringatan keras. Ia menyatakan negaranya tak segan membalas kepentingan AS di Timur Tengah jika sampai terjadi serangan, meski ia sendiri masih melihat adanya celah untuk jalur diplomasi.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi AS, CBS, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengaku berharap ada pembicaraan baru mengenai detail kesepakatan. Harapan ini muncul di tengah bayang-bayang konflik yang makin nyata setelah Washington melakukan pengerahan besar-besaran alutsista militernya ke kawasan tersebut.

Ancaman aksi militer dari AS sendiri terus meningkat sejak gerakan protes nasional di Iran pecah, yang kemudian berujung pada tindakan represif aparat. Kelompok hak asasi manusia mencatat ribuan orang tewas dalam kejadian tersebut.

Pada hari Minggu, mahasiswa di Iran menggelar aksi protes tandingan antara kelompok pro dan anti-pemerintah di beberapa universitas. Para pengkritik kepemimpinan ulama di sana harus menghadapi risiko penangkapan atau nasib yang lebih buruk jika sampai terciduk.

"Kalau AS menyerang kami, maka kami punya hak penuh untuk membela diri," ujar Araghchi, sembari memberi sinyal bahwa aset-aset Amerika di kawasan tersebut bisa menjadi target potensial.

Meski begitu, ia tetap optimis. "Masih ada peluang bagus untuk solusi diplomatik," tambahnya.

Setelah putaran pembicaraan terakhir di Jenewa, pihak Iran menyatakan sedang menyiapkan draf proposal perjanjian yang diharapkan bisa mencegah terjadinya aksi militer.

"Saya yakin saat kita bertemu lagi, kemungkinan Kamis besok di Jenewa, kita bisa menggodok elemen-elemen tersebut, menyusun teks yang oke, dan mencapai kesepakatan dengan cepat," kata Araghchi kepada CBS.

Media Axios sebelumnya melaporkan—mengutip pejabat senior AS yang tak mau disebut namanya—bahwa jika Iran menyerahkan proposalnya dalam 48 jam ke depan, Washington siap untuk bertemu kembali pekan ini guna "memulai negosiasi yang lebih mendetail."

Sebagai bentuk gertakan, AS telah mengirimkan dua kapal induk ke Timur Tengah dalam beberapa minggu terakhir, lengkap dengan jet tempur dan kapal perang lainnya. Mereka juga memperkuat pertahanan udara di kawasan tersebut untuk menyokong ancaman intervensi militer mereka.

Pemerintah negara-negara Barat khawatir program nuklir Iran ditujukan untuk membuat bom atom. Tuduhan ini sudah lama dibantah oleh Teheran, walau mereka tetap bersikukuh pada haknya untuk melakukan pengayaan uranium demi tujuan sipil.

Terkait pengayaan ini, Araghchi menegaskan pada hari Minggu: "Sebagai negara yang berdaulat, kami punya hak penuh untuk memutuskan sendiri, oleh kami sendiri."

Putaran diplomasi sebelumnya tahun lalu sempat terhenti akibat kampanye pengeboman Israel terhadap Republik Islam tersebut.

Kejadian itu memicu konflik selama 12 hari pada bulan Juni, di mana Amerika Serikat sempat ikut campur sebentar lewat serangan ke fasilitas-fasilitas nuklir.

Pihak Iran sebelumnya menyatakan bahwa kesepakatan cepat sangat menguntungkan bagi mereka, terutama jika artinya bisa lepas dari sanksi yang selama ini melumpuhkan ekonomi mereka. Masalah ekonomi inilah yang sempat memicu protes biaya hidup tinggi di akhir tahun lalu.

Demonstrasi tersebut dengan cepat meluas menjadi aksi anti-pemerintah besar-besaran, salah satu tantangan terbesar bagi kepemimpinan Republik Islam dalam bertahun-tahun. Hal ini memicu tindakan keras yang mematikan dari pihak berwenang, yang menurut kelompok HAM telah menewaskan ribuan orang.

Donald Trump awalnya sempat menyemangati para pengunjuk rasa dan mengancam akan melakukan intervensi untuk membela mereka di tengah tindakan represif tersebut. Namun, ancamannya segera bergeser fokus ke program nuklir Iran.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 25 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)