LANGIT7.ID - , Jakarta -
Ratu Elizabeth II menghembuskan napas terakhirnya pada usia 96 tahun, di Istana Balmoral, Aberdeenshire, Skotlandia, Kamis (8/9/2022). Jasa Ratu Elizabeth II terhadap rakyat Inggris tentu akan dikenang, salah satunya terkait hubungannya dengan
umat Islam di negara tersebut.
Ketua Masjid dan Dewan Penasihat Nasional Imam di Inggris, Imam Qari Asim mengatakan, Ratu Elizabeth II memiliki pengaruh positif terhadap komunitas Muslim.
"Ratu memiliki hubungan jangka panjang dengan
komunitas Muslim dan sebagian besar telah membuahkan hasil. Yang Mulia menjadi mercusuar harapan, integritas, stabilitas, dan persatuan yang luar biasa bagi negara kita dan sekitarnya," ujar Imam Qari, melansir dari Religion Media Centre, Jumat (9/9/2022).
Baca juga: Cek Fakta Ratu Elizabeth II Keturunan Nabi Muhammad SAWHal tersebut terbukti, mendiang Ratu Elizabeth II mampu mempromosikan pemahaman antar komunitas.
"Saya memiliki hak istimewa untuk bertemu dengan Ratu beberapa kali ketika dia menjadi tuan rumah
dialog antaragama, mempromosikan harmoni dan kohesi antara kelompok-kelompok agama meskipun mengatakan bahwa Kekristenan adalah jangkarnya,” ucap Imam Qari.
Tak hanya itu, tokoh-tokoh Muslim di Inggris, dari
pesepak bola hingga kepala industri dimasukkan dalam daftar penghargaan yang dibuat Ratu Elizabeth II. Para pemimpin Muslim juga selalu diundang ke acara-acara seremonial
kerajaan, seperti
pernikahan dan kebaktian syukur.
Bahkan di tiap pidatonya, Ratu Elizabeth II tak ragu untuk membahas kerukunan dan toleransi beragama. Pada Natal 2006, sang Ratu menampilkan gambar umat Islam yang berdoa di masjid dengan narasi, tolerannsi dapat membantu generasi muda menjadi warga negara yang aktif dan penuh simpati.
Baca juga: Ratu Elizabeth II Wafat, Putra Sulung Naik Takhta Jadi Raja Charles IIIBahkan,
Pangeran Charles pun juga menjadi anggota kerajaan yang sangat menghormati Muslim di Inggris. Menurutnya, kemurahan hati dan keramahan umat Islam selalu membuat kerajaan takjub.
Meski demikian, generasi Muslim di Inggris memiliki cara yang berbeda dalam menghormati Ratu. Generasi lama cenderung pengertian untuk menghormati Ratu Elizabeth II sebagai seseorang yang penting.
Namun generasi muda cenderung kritis terhadap monarki sebagai sebuah konsep dan kurang menghormati Ratu Elizabeth. Terkait hal tersebut, Ratu Elizabeth tetap netral dan cenderung berkonsentrasi pada dialog antaragama.
Bahkan, ada sejarawan mengklaim Ratu Elizabeth II adalah cucu ke-43 Nabi Muhammad, keturunan putri Muslim Zaida dari Seville. Namun Imam Qari Asim menegaskan, “Islam mengajarkan kami untuk tidak bangga dengan garis keturunan Anda daripada tindakan Anda.”
Baca juga: Ratu Elizabeth II Wafat: Deretan Pemimpin Muslim Dunia Turut Berduka(est)