Varian Baru Covid-19 Masuk dari Luar Negeri, Batas Negara Perlu Diperketat
Redaksi
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 20:00 WIB
ilustrasi: Covid-19 varian delta masuk dari luar negeri lewat perjalanan udara (foto: langit7.id/istock)
Lembaga riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) mengingatkan pemerintah bahwa salah satu pelajaran terpenting dari serangan gelombang ke-2 adalah urgensi menjaga perbatasan dari pengunjung yang berasal dari episentrum wabah.
Pembatasan yang ketat bahkan menutup perbatasan dan melarang perjalanan dari luar wilayah menjadi keharusan untuk menjaga masuknya kembali virus.
“Virus varian delta yang merebak di India sejak Maret 2021 dan berpuncak pada Mei 2021, tidak membuat Indonesia menutup pintu perbatasan dari wisatawan India,” kata Yusuf Wibisono, Direktur IDEAS dalam keterangan tertulisnya pada Jum’at (13/08/2021).
Yusuf menambahkan pada bulan Maret 2021, tercatat 603 wisatawan India masuk ke Indonesia. bulan April 2021, ketika banyak negara telah melarang masuknya warga India ke negara mereka, Indonesia justru menerima wisatawan India semakin banyak yaitu 880 orang.
"Bahkan pada bulan Mei 2021, puncak ledakan varian delta di India, Indonesia masih menerima kedatangan 296 wisatawan India. Tidak berkaca pada kasus masuknya virus Covid-19 pertama kali dari Wuhan pada 2020, pemerintah kembali mengulang kesalahan yang sama pada kasus serangan gelombang ke-2,” ujar Yusuf.
Menurut Yusuf gelombang ke-2 menjadi kisah kelabu yang membuka tabir gelap, yaitu betapa ringkihnya negeri ini melawan pandemi.
“Hanya di bulan Juli 2021 saja, terjadi 1,2 juta kasus positif dengan 35 ribu kematian. Sistem kesehatan nyaris lumpuh, rumah sakit penuh sesak hingga ke lorong dan parkiran, obat dan oksigen sulit didapat, tenaga kesehatan bertumbangan, hingga ambulans antri di pemakaman,” papar Yusuf.
Pembatasan yang ketat bahkan menutup perbatasan dan melarang perjalanan dari luar wilayah menjadi keharusan untuk menjaga masuknya kembali virus.
“Virus varian delta yang merebak di India sejak Maret 2021 dan berpuncak pada Mei 2021, tidak membuat Indonesia menutup pintu perbatasan dari wisatawan India,” kata Yusuf Wibisono, Direktur IDEAS dalam keterangan tertulisnya pada Jum’at (13/08/2021).
Yusuf menambahkan pada bulan Maret 2021, tercatat 603 wisatawan India masuk ke Indonesia. bulan April 2021, ketika banyak negara telah melarang masuknya warga India ke negara mereka, Indonesia justru menerima wisatawan India semakin banyak yaitu 880 orang.
"Bahkan pada bulan Mei 2021, puncak ledakan varian delta di India, Indonesia masih menerima kedatangan 296 wisatawan India. Tidak berkaca pada kasus masuknya virus Covid-19 pertama kali dari Wuhan pada 2020, pemerintah kembali mengulang kesalahan yang sama pada kasus serangan gelombang ke-2,” ujar Yusuf.
Menurut Yusuf gelombang ke-2 menjadi kisah kelabu yang membuka tabir gelap, yaitu betapa ringkihnya negeri ini melawan pandemi.
“Hanya di bulan Juli 2021 saja, terjadi 1,2 juta kasus positif dengan 35 ribu kematian. Sistem kesehatan nyaris lumpuh, rumah sakit penuh sesak hingga ke lorong dan parkiran, obat dan oksigen sulit didapat, tenaga kesehatan bertumbangan, hingga ambulans antri di pemakaman,” papar Yusuf.