Anggota DPRD Sebut Program Anies di DKI Tak Terealisasi
Fajar adhitya
Selasa, 13 September 2022 - 21:06 WIB
Ilustrasi kawasan Monas yang menjadi simbol kota Jakarta. (Foto: Langit7.id/iStock)
Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP, Johny Simanjuntak, melakukan interupsi saat rapat paripurna pemberhentian Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria. Dalam rapat tersebut, Johny membacakan sejumlah catatan atas kinerja Anies selama memimpin DKI.
Johny menilai Anies dan Riza tidak mampu menuntaskan dan merealisasikan janji-janji kampanye. "Kami memaknai secara etis agar Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur tidak membuat kebijakan yang bersifat strategis," kata Johny, Selasa (13/9/2022).
Baca Juga:DPRD DKI Usulkan 3 Nama Bakal Calon Pj Gubernur Pengganti Anies
Secara umum, Johny menjelaskan janji kampanye Gubernur Anies yang diimplementasikan dalam 23 program unggulan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tidak terealisasi. Misalnya program DP Nol Rupiah, Oke Oce, dan Naturalisasi Sungai.
Saat menjelaskan catatannya, Johny pun mendapat interupsi dari anggota Fraksi Nasdem, Wibi Andrino. Wibi menyatakan bahwa tidak tepat memberikan catatan kinerja pada rapat paripurna kali ini.
Namun, Johny tetap melanjutkan paparannya. "Termasuk mandeknya program air bersih, sampah, dan yang sangat penting adalah tidak berkualitasnya pelayanan publik," ujar Johny.
Baca Juga:DPRD Umumkan Pemberhentian Jabatan Anies Baswedan dari Gubernur
Johny menilai Anies dan Riza tidak mampu menuntaskan dan merealisasikan janji-janji kampanye. "Kami memaknai secara etis agar Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur tidak membuat kebijakan yang bersifat strategis," kata Johny, Selasa (13/9/2022).
Baca Juga:DPRD DKI Usulkan 3 Nama Bakal Calon Pj Gubernur Pengganti Anies
Secara umum, Johny menjelaskan janji kampanye Gubernur Anies yang diimplementasikan dalam 23 program unggulan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tidak terealisasi. Misalnya program DP Nol Rupiah, Oke Oce, dan Naturalisasi Sungai.
Saat menjelaskan catatannya, Johny pun mendapat interupsi dari anggota Fraksi Nasdem, Wibi Andrino. Wibi menyatakan bahwa tidak tepat memberikan catatan kinerja pada rapat paripurna kali ini.
Namun, Johny tetap melanjutkan paparannya. "Termasuk mandeknya program air bersih, sampah, dan yang sangat penting adalah tidak berkualitasnya pelayanan publik," ujar Johny.
Baca Juga:DPRD Umumkan Pemberhentian Jabatan Anies Baswedan dari Gubernur