Sabra, Superhero Israel di Komik Marvel Rasis ke Warga Palestina
Muhajirin
Kamis, 15 September 2022 - 16:02 WIB
Superhero Israel di komik Marvel, Sabra (foto: jta.org)
Baru-baru ini Marvel mengumumkan kemunculan superhero asal Israel yang bernama Sabra. Layaknya Captain America yang merupakan superhero kebanggaan warga Amerika, Sabra adalah superhero yang membela Israel. Sabra dikabarkan akan muncul dalam film terbaru Captain America.
Institute for Middle East Understanding (IMEU) menyebut, Sabra digambarkan mengenakan kostum berbendera israel. Dia digambarkan sebagai superhero yang bekerja untuk agen mata-mata Israel yang terkenal dengan kekerasannya terhadap warga Palestina.Dalam komik Marvel, Sabra sangat rasis dan anti-muslim serta tidak manusiawi kepada masyarakat Palestina.
Superhero Sabra diciptakan untuk melayani Mossad, badan intelijen terkenal Israel. Dalam kehidupan nyata, Mossad menggunakan teknologi pengawasan invasif untuk memata-matai warga Palestina. Mossad juga telah membunuh tokoh-tokoh Palestina yang sangat berpengaruh, seperti seorang penulis Palestina, Ghassan Kanafani.
Baca Juga:Superhero Israel Sabra Muncul di Captain America New World Order
Pada siang hari, Sabra menjadi seorang perwira polisi dengan pelatihan militer israel. Polisi dan militer israel dikenal karena kebrutalan dan kekerasan mereka terhadap warga Palestina.
Dalam aksi pertamanya sebagai pahlawan super di komik Marvel, Sabra melawan Hulk, yang mengambil mayat seorang anak Palestina yang terbunuh. Baru setelah Hulk memberikan pidato emosional, Sabra melihat anak itu sebagai manusia.
Rasisme tidak berakhir di situ. Komik tersebut menyebut orang Palestina hanya sebagai "Arab", sebuah kiasan yang digunakan oleh Israel untuk menghapus Identitas dan keberadaan Palestina. Selain itu, karikatur rasis terhadap muslim sepanjang cerita.
Institute for Middle East Understanding (IMEU) menyebut, Sabra digambarkan mengenakan kostum berbendera israel. Dia digambarkan sebagai superhero yang bekerja untuk agen mata-mata Israel yang terkenal dengan kekerasannya terhadap warga Palestina.Dalam komik Marvel, Sabra sangat rasis dan anti-muslim serta tidak manusiawi kepada masyarakat Palestina.
Superhero Sabra diciptakan untuk melayani Mossad, badan intelijen terkenal Israel. Dalam kehidupan nyata, Mossad menggunakan teknologi pengawasan invasif untuk memata-matai warga Palestina. Mossad juga telah membunuh tokoh-tokoh Palestina yang sangat berpengaruh, seperti seorang penulis Palestina, Ghassan Kanafani.
Baca Juga:Superhero Israel Sabra Muncul di Captain America New World Order
Pada siang hari, Sabra menjadi seorang perwira polisi dengan pelatihan militer israel. Polisi dan militer israel dikenal karena kebrutalan dan kekerasan mereka terhadap warga Palestina.
Dalam aksi pertamanya sebagai pahlawan super di komik Marvel, Sabra melawan Hulk, yang mengambil mayat seorang anak Palestina yang terbunuh. Baru setelah Hulk memberikan pidato emosional, Sabra melihat anak itu sebagai manusia.
Rasisme tidak berakhir di situ. Komik tersebut menyebut orang Palestina hanya sebagai "Arab", sebuah kiasan yang digunakan oleh Israel untuk menghapus Identitas dan keberadaan Palestina. Selain itu, karikatur rasis terhadap muslim sepanjang cerita.