Desa Wisata Negeri Hila Tawarkan Wisata Sejarah dan Budaya
Hasanah syakim
Kamis, 15 September 2022 - 17:24 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi Benteng Amsterdam. (foto: Kemenparekraf)
Desa Wisata Negeri Hila memendam cerita sejarah asal mula jalur rempah yang terkenal di dunia. Keberadaan Benteng Amsterdam menegaskan cerita sejarah dan budaya yang kental.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan keberadaan Benteng Amsterdam yang menjadi titik mula dari jalur rempah dunia menjadi daya tarik bagi wisatawan yang menyukai sejarah.
"Ini merupakan titik nol dan awal mula dari jalur rempah dunia. Ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih banyak sejarah tentang kekayaan budaya di Indonesia. Apresiasi kami untuk Kelompok Sadar Wisata dan Pemerintah Daerah,” ungkap Sandiaga dalam keterangannya dikutip Kamis (15/9/2022).
Baca juga:Menyusuri Benteng Amsterdam di Desa Wisata Negeri Hila Maluku
Benteng Amsterdam dibangun Gerrard Demmer pada tahun 1942. Awalnya merupakan gudang rempah pertama di Indonesia dan menjadi awal jalur rempah dimulai.
Kemudian diperluas oleh Arnold De Vlaming Van Ouds Hoorn pada tahun 1949 hingga tahun 1656. Konstruksi bangunan benteng ini seperti sebuah bangunan rumah yang terdiri dari 3 lantai, maka oleh Belanda mereka menyebutnya Blok Huis.
Selain benteng berwarna putih dan beratap merah itu, ada juga bangunan sejarah lainnya seperti Gereja Immanuel yang dibangun oleh masyarakat Muslim di sana dan kemudian terdapat Masjid Hasan Soleman yang merupakan masjid tertua didirikan pada tahun 1702, konstruksi masjid ini tidak menggunakan paku pada bangunannya.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan keberadaan Benteng Amsterdam yang menjadi titik mula dari jalur rempah dunia menjadi daya tarik bagi wisatawan yang menyukai sejarah.
"Ini merupakan titik nol dan awal mula dari jalur rempah dunia. Ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih banyak sejarah tentang kekayaan budaya di Indonesia. Apresiasi kami untuk Kelompok Sadar Wisata dan Pemerintah Daerah,” ungkap Sandiaga dalam keterangannya dikutip Kamis (15/9/2022).
Baca juga:Menyusuri Benteng Amsterdam di Desa Wisata Negeri Hila Maluku
Benteng Amsterdam dibangun Gerrard Demmer pada tahun 1942. Awalnya merupakan gudang rempah pertama di Indonesia dan menjadi awal jalur rempah dimulai.
Kemudian diperluas oleh Arnold De Vlaming Van Ouds Hoorn pada tahun 1949 hingga tahun 1656. Konstruksi bangunan benteng ini seperti sebuah bangunan rumah yang terdiri dari 3 lantai, maka oleh Belanda mereka menyebutnya Blok Huis.
Selain benteng berwarna putih dan beratap merah itu, ada juga bangunan sejarah lainnya seperti Gereja Immanuel yang dibangun oleh masyarakat Muslim di sana dan kemudian terdapat Masjid Hasan Soleman yang merupakan masjid tertua didirikan pada tahun 1702, konstruksi masjid ini tidak menggunakan paku pada bangunannya.