Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 Juli 2026
home wisata halal detail berita

Desa Wisata Negeri Hila Tawarkan Wisata Sejarah dan Budaya

hasanah syakim Kamis, 15 September 2022 - 17:24 WIB
Desa Wisata Negeri Hila Tawarkan Wisata Sejarah dan Budaya
Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi Benteng Amsterdam. (foto: Kemenparekraf)
LANGIT7.ID, Jakarta - Desa Wisata Negeri Hila memendam cerita sejarah asal mula jalur rempah yang terkenal di dunia. Keberadaan Benteng Amsterdam menegaskan cerita sejarah dan budaya yang kental.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan keberadaan Benteng Amsterdam yang menjadi titik mula dari jalur rempah dunia menjadi daya tarik bagi wisatawan yang menyukai sejarah.

"Ini merupakan titik nol dan awal mula dari jalur rempah dunia. Ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih banyak sejarah tentang kekayaan budaya di Indonesia. Apresiasi kami untuk Kelompok Sadar Wisata dan Pemerintah Daerah,” ungkap Sandiaga dalam keterangannya dikutip Kamis (15/9/2022).

Baca juga: Menyusuri Benteng Amsterdam di Desa Wisata Negeri Hila Maluku

Benteng Amsterdam dibangun Gerrard Demmer pada tahun 1942. Awalnya merupakan gudang rempah pertama di Indonesia dan menjadi awal jalur rempah dimulai.

Kemudian diperluas oleh Arnold De Vlaming Van Ouds Hoorn pada tahun 1949 hingga tahun 1656. Konstruksi bangunan benteng ini seperti sebuah bangunan rumah yang terdiri dari 3 lantai, maka oleh Belanda mereka menyebutnya Blok Huis.

Selain benteng berwarna putih dan beratap merah itu, ada juga bangunan sejarah lainnya seperti Gereja Immanuel yang dibangun oleh masyarakat Muslim di sana dan kemudian terdapat Masjid Hasan Soleman yang merupakan masjid tertua didirikan pada tahun 1702, konstruksi masjid ini tidak menggunakan paku pada bangunannya.

“Ini menunjukkan toleransi beragama di sini sangat kuat. Semua bergotong royong tanpa melihat agama. Inilah yang menjadi daya tarik desa ini selain keindahan alamnya yang juga sangat kuat,” katanya.

Baca juga: Desa Wisata Pentagen, Unggulkan Taman Wisata Air

Desa Wisata Negeri Hila terletak di pantai utara Pulau Ambon yang berjarak sekitar 37 km dari pusat kota dan 46 km dari Bandara Internasional Pattimura Ambon dan dapat dijangkau dengan kenderaan roda dua maupun roda empat.

"Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi daya ungkit bagi ekonomi desa juga sebagai wahana promosi menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia, baik kepada wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara," ujar Sandiaga.

Selain itu, pihaknya juga mendorong daerah untuk dapat menciptakan desa wisata baru berikutnya yang dapat membangkitkan ekonomi desa. "Kebangkitan ekonomi harus berawal dari desa-desa untuk membangun Indonesia,” tegasnya.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan