Tiga Kunci untuk Melapangkan Dada
Muhajirin
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 06:30 WIB
Ilustrasi murah hari dan berlapang dada. Foto: Langit7.id/ iStock
Imam al-Ghazali mengatakan, hati (qalbun) ibarat sebuah alam. Secara fisik kata qalbun artinya jantung. Jika jantung rusak sedikit saja, akan berpengaruh keseluruh tubuh. Demikian pula dengan hati, jika ia lapang maka lapanglah seluruh kehidupan ini.
Sebaliknya, jika alam hati sempit, sempitlah seluruh kehidupan ini. Boleh kita rumah mewah, luas, dan bertingkat, tapi jika hati sempit maka semuanya pasti akan sempit. Karena itu, kenali tiga kunci yang bisa membuat seseorang berlapang dada dalam Surat Al-Insyirah.
Pertama, meridhai setiap kenyataan yang ada di depan mata. Kedua, membebaskan diri dari berbagai tekanan batin dengan iman. Iman bisa memberikan dampak rasa aman. Ketiga, menyenangi dan mencintai kebenaran. Bukan menyenangi kemaksiatan, karena kemaksiatan itu hanya menyisakan kesesakan dada dan kemalangan jiwa.
Untuk mendapatkan tiga kunci kelapangan dada, pintunya adalah sabar. Ada sabar yang cacat dan ada pula sabar yang sempurna. Kesempurnaan sabar terjadi jika seseorang bersabar dalam ketaatan, bersabar dalam meninggalkan maksiat, dan bersabar dengan ridha terhadap semua takdir Allah SWT.
Dada laksana bejana. Jika dimasukkan ke dalamnya materi, bejana itu akan sempit. Sementara qalbun (hati), jika dimasukkan ke dalamnya Islam, maka ia menjadi lapang. Maka semakin kuat kesadaran Islam seseorang, akan semakin lapang juga hatinya.
Ayat pertama surat Al-Insyirah, yakni "Alam nasyraḥ laka ṣadrak." Artinya, "Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?"Surat Al-Insyirah berasal dari kata asy-syarh atau al-insyirah, artinya melapangkan.
Dalam Tafsir Al-Muyassar dijelaskan terkait dengansuratAl-Insyirahayat 1-2:"Bukankah kami telah melapangkan dadamu (wahai nabi) untuk menerima syariat syariat agama, dakwah kepada Allah, dan menghiasi diri dengan keluhuran akhlak, serta kami meringankan beban darimu dengan itu."
Sebaliknya, jika alam hati sempit, sempitlah seluruh kehidupan ini. Boleh kita rumah mewah, luas, dan bertingkat, tapi jika hati sempit maka semuanya pasti akan sempit. Karena itu, kenali tiga kunci yang bisa membuat seseorang berlapang dada dalam Surat Al-Insyirah.
Pertama, meridhai setiap kenyataan yang ada di depan mata. Kedua, membebaskan diri dari berbagai tekanan batin dengan iman. Iman bisa memberikan dampak rasa aman. Ketiga, menyenangi dan mencintai kebenaran. Bukan menyenangi kemaksiatan, karena kemaksiatan itu hanya menyisakan kesesakan dada dan kemalangan jiwa.
Untuk mendapatkan tiga kunci kelapangan dada, pintunya adalah sabar. Ada sabar yang cacat dan ada pula sabar yang sempurna. Kesempurnaan sabar terjadi jika seseorang bersabar dalam ketaatan, bersabar dalam meninggalkan maksiat, dan bersabar dengan ridha terhadap semua takdir Allah SWT.
Dada laksana bejana. Jika dimasukkan ke dalamnya materi, bejana itu akan sempit. Sementara qalbun (hati), jika dimasukkan ke dalamnya Islam, maka ia menjadi lapang. Maka semakin kuat kesadaran Islam seseorang, akan semakin lapang juga hatinya.
Ayat pertama surat Al-Insyirah, yakni "Alam nasyraḥ laka ṣadrak." Artinya, "Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?"Surat Al-Insyirah berasal dari kata asy-syarh atau al-insyirah, artinya melapangkan.
Dalam Tafsir Al-Muyassar dijelaskan terkait dengansuratAl-Insyirahayat 1-2:"Bukankah kami telah melapangkan dadamu (wahai nabi) untuk menerima syariat syariat agama, dakwah kepada Allah, dan menghiasi diri dengan keluhuran akhlak, serta kami meringankan beban darimu dengan itu."